SERUYAN, Suarakalteng.com – Penanganan kecelakaan helikopter di Kabupaten Seruyan menjadi perhatian pemerintah dan unsur keamanan di Kalimantan Tengah. Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin dan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan turun langsung untuk melihat kondisi di lokasi kejadian serta menjenguk korban selamat.
Gubernur Agustiar Sabran bertolak menuju Kabupaten Seruyan setelah menerima informasi mengenai kecelakaan tersebut. Setibanya di Kuala Pembuang pada Rabu, 4 November 2026, kedatangannya disambut Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda bersama jajaran pemerintah daerah.
Rombongan kemudian meninjau lokasi kecelakaan melalui udara sebelum melanjutkan kunjungan ke RSUD Kuala Pembuang untuk melihat kondisi korban yang berhasil selamat.
Kehadiran pimpinan daerah bersama unsur TNI dan Polri menunjukkan koordinasi lintas instansi dalam merespons peristiwa tersebut. Selain memantau lokasi, kunjungan ke rumah sakit juga menjadi bagian dari upaya memperoleh informasi langsung mengenai kondisi para korban.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalteng, Rangga Lesmana, yang turut mendampingi gubernur, menyampaikan bahwa peninjauan dilakukan langsung ke lokasi kejadian dan rumah sakit.
“Pak Gubernur tadi langsung menuju ke lokasi heli yang jatuh. Jadi tadi mengecek langsung dari udara kemudian lanjut lagi ke rumah sakit Kuala Pembuang untuk meninjau langsung korban yang ada,” terangnya.
Berdasarkan informasi sementara yang disampaikan Rangga, kecelakaan tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia, lima orang selamat, sementara satu orang lainnya masih belum ditemukan dan dalam proses pencarian.
Data tersebut masih merupakan informasi sementara. Proses pencarian terhadap korban yang belum ditemukan menjadi bagian penting dari penanganan lanjutan atas peristiwa kecelakaan helikopter tersebut.
Peninjauan langsung oleh pemerintah provinsi bersama unsur TNI dan Polri diharapkan dapat memperkuat koordinasi penanganan di lapangan serta memastikan perkembangan kondisi korban dan proses pencarian terus menjadi perhatian.











