Naruk Saritani Dorong Generasi Muda Barito Utara Aktif Lestarikan Bahasa dan Sastra Daerah

Naruk Saritani, Anggota DPRD Barito Utara dari Fraksi PDI Perjuangan, mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga bahasa dan sastra daerah agar warisan budaya lokal tetap lestari di tengah perkembangan teknologi.
banner 468x60

MUARA TEWEH, Suarakalteng.com – Pelestarian bahasa dan sastra daerah dinilai perlu melibatkan generasi muda agar warisan budaya lokal tetap dikenal di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola komunikasi. Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara dari Fraksi PDI Perjuangan, Naruk Saritani, mendorong agar upaya tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga mendapat perhatian masyarakat luas.

Dukungan itu disampaikannya, Sabtu (3/10/2026), menanggapi penandatanganan Nota Kesepakatan antara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Pemerintah Kabupaten Barito Utara di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Menurut Naruk, kerja sama tersebut perlu menjadi momentum untuk memperluas pengenalan bahasa dan sastra daerah, khususnya kepada anak-anak dan generasi muda. Sebab, keberadaan bahasa daerah tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, pengetahuan, dan kearifan lokal masyarakat.

Ia menilai perkembangan teknologi seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah melalui konten digital, dokumentasi cerita rakyat, maupun berbagai kegiatan kreatif yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

“Bahasa dan sastra daerah harus terus diperkenalkan kepada generasi muda. Perkembangan teknologi jangan sampai menjauhkan mereka dari budaya sendiri, tetapi justru dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan dan mempromosikan kekayaan bahasa daerah,” ujarnya.

Naruk juga menekankan pentingnya dokumentasi terhadap berbagai bentuk sastra lisan dan ungkapan tradisional yang berkembang di tengah masyarakat. Cerita rakyat, pantun, peribahasa, syair, serta tradisi bertutur merupakan kekayaan budaya yang perlu dijaga agar tidak hilang seiring perubahan zaman.

Selain itu, lingkungan pendidikan dinilai memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan sastra daerah. Pengenalan budaya lokal dapat dilakukan melalui kegiatan pembelajaran maupun aktivitas kebudayaan yang melibatkan peserta didik.

Ia berharap kesepakatan antara Pemkab Barito Utara dan Badan Bahasa dapat ditindaklanjuti dengan program yang terukur dan berkelanjutan. Kolaborasi pemerintah, sekolah, komunitas budaya, tokoh masyarakat, serta keluarga diperlukan agar pelestarian bahasa daerah dapat berjalan lebih luas.

“Pelestarian budaya harus menjadi gerakan bersama. Kita ingin generasi muda Barito Utara mampu mengikuti kemajuan zaman, tetapi tetap mengenal bahasa, sejarah, dan identitas budayanya sendiri,” tambahnya.

Naruk berharap berbagai kekayaan bahasa dan sastra daerah di Barito Utara dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya sehingga tetap hidup dan menjadi bagian dari identitas masyarakat.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *