255 Kepala Desa Ikuti Program KDMK, Bima Arya Dorong Kepemimpinan Desa Lebih Inovatif

Sebanyak 255 kepala desa dari Sumatera Selatan mengikuti pembukaan program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan III di Universitas Sriwijaya, Palembang. Program ini menjadi wadah peningkatan kapasitas dan penguatan tata kelola pemerintahan desa, Rabu (4/11/2026).
banner 468x60

PALEMBANG, Suarakalteng.com – Penguatan kapasitas kepala desa menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong pembangunan desa yang lebih maju dan tepat sasaran. Kepala desa dituntut terus meningkatkan pengetahuan, kemampuan kepemimpinan, serta memahami kebutuhan masyarakat di wilayahnya.

Hal tersebut menjadi perhatian Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, saat membuka program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) Angkatan III di Graha Sriwijaya, Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (4/11/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kegiatan yang diikuti 255 kepala desa terpilih dari Sumatera Selatan itu dirancang sebagai ruang pembelajaran untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitas aparatur pemerintahan desa.

Bima Arya menegaskan bahwa kepala desa perlu memiliki visi, keberpihakan, dan prioritas yang jelas dalam menjalankan pemerintahan. Ketiga hal tersebut menjadi dasar untuk menentukan arah pembangunan sekaligus memilih program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Menurutnya, kepala desa tidak harus memaksakan seluruh gagasan pembangunan berjalan bersamaan. Keterbatasan sumber daya menuntut pemimpin desa mampu menentukan program yang paling penting dan memberikan hasil nyata.

“Harus dipilih [prioritasnya], mimpinya 20 [program], enggak mungkin 20 itu [dijalankan semua], Pak. Sepuluh [program berhasil] aja udah bagus, lima top kalau semuanya jalan. Visi, ideologi, dan prioritas, nah, di sini Bapak-Ibu,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar kepala desa tidak terjebak pada kegiatan seremonial dan rutinitas birokrasi. Menurutnya, keberhasilan pemerintahan desa harus terlihat dari kualitas pelayanan publik dan manfaat yang diterima masyarakat.

Bima turut menyoroti pentingnya kemampuan membaca serta menganalisis data. Dengan memahami kondisi ekonomi, potensi, dan kebutuhan warga, kepala desa dapat menyusun kebijakan yang lebih terarah.

Ia mencontohkan Taufiq Supriadi Yusuf, Ketua RT 08/RW 04 Kelurahan Malaka Jaya, Jakarta Timur, yang melakukan berbagai inovasi lingkungan, termasuk penghijauan, pemanfaatan energi surya, pemasangan CCTV terintegrasi, dan transparansi laporan keuangan.

Selain itu, ia mengangkat pengalaman Ari Anggara, Perbekel Desa Batuan, Kabupaten Gianyar, Bali, yang mengembangkan potensi seni dan wisata desa dengan melibatkan masyarakat meskipun menghadapi kondisi keuangan desa yang defisit.

“Pesan dari dua [contoh] ini adalah, kepemimpinan adalah segalanya, Pak. Kepemimpinan itu menentukan, Pak. Siapa pemimpinnya, apa yang dilakukan, maka itulah yang dirasakan oleh warga,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, Bernhard E. Rondonuwu, menyampaikan bahwa program KDMK memberikan kesempatan kepada kepala desa untuk memperoleh perspektif baru mengenai tata kelola pemerintahan.

Materi pembelajaran meliputi transformasi digital, kepemimpinan publik, inovasi pelayanan, pengembangan potensi desa, penguatan ekonomi, serta pembangunan berbasis data.

Melalui program tersebut, kepala desa juga berkesempatan membangun jejaring kemitraan dengan perguruan tinggi, praktisi, dan sesama kepala desa dari berbagai daerah.

Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Rektor Unsri Taufiq Marwa, para wakil rektor dan dekan Unsri, serta 255 kepala desa peserta program KDMK Angkatan III. (Kkg/Sumber Foto : Puspen Kemendagri)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *