Sampah Plastik Jadi Peluang, Disdik Kalteng Dorong Sekolah Kembangkan Inovasi Produktif

Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo saat berdiskusi bersama MKKS Buntok terkait pengembangan inovasi dan kemandirian satuan pendidikan di Kabupaten Barito Selatan.
banner 468x60

BUNTOK, Suarakalteng.com – Persoalan sampah plastik di lingkungan sekolah didorong untuk tidak hanya dipandang sebagai masalah kebersihan, tetapi juga sebagai peluang melahirkan inovasi dan pembelajaran produktif bagi siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah (Kalteng) Muhammad Reza Prabowo mendorong satuan pendidikan agar mulai mengembangkan inovasi berbasis potensi sekolah. Salah satu yang tengah diuji adalah pemanfaatan sampah plastik menjadi sumber energi.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Gagasan tersebut disampaikan Reza saat bertemu dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Buntok, usai mengikuti agenda pembagian bantuan pangan kepada masyarakat di Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Senin (21/9/2026).

Menurut Reza, sekolah ke depan tidak hanya berperan sebagai tempat berlangsungnya proses belajar mengajar, tetapi juga dapat menjadi ruang pengembangan kreativitas, keterampilan dan kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi sekolah maupun lingkungan.

“Saya ingin sekolah mandiri, punya usaha dan bisa membiayai operasional sekolah,” tegasnya.

Salah satu langkah yang tengah dikembangkan adalah teknologi pengolahan sampah plastik menjadi gas. Teknologi tersebut saat ini sedang diuji coba pada salah satu SMK di Kalimantan Tengah sebagai proyek percontohan.

“Misalnya mengubah sampah plastik menjadi gas untuk menghidupkan api seperti tabung gas. Sekarang kita coba di salah satu SMK sebagai pilot project,” ungkap Reza.

Pemanfaatan sampah plastik tersebut diharapkan tidak berhenti pada aspek teknologi semata. Bagi sekolah kejuruan, inovasi tersebut dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus membuka ruang bagi siswa untuk memahami bagaimana sebuah persoalan lingkungan dapat diubah menjadi produk yang memiliki nilai manfaat.

SMK dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan model sekolah produktif karena pendidikan vokasi memberikan ruang bagi siswa untuk mengasah keterampilan melalui praktik. Dengan pendekatan tersebut, siswa dapat belajar mengembangkan ide, membuat produk, sekaligus memahami peluang ekonomi dari keterampilan yang mereka miliki.

Dorongan kemandirian sekolah juga diarahkan agar setiap satuan pendidikan mampu melihat potensi di lingkungan masing-masing. Bentuk usaha dan inovasi dapat disesuaikan dengan kompetensi sekolah serta kebutuhan masyarakat sekitar.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Sekolah tidak hanya diharapkan menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki kemampuan menciptakan solusi, mengembangkan usaha dan memanfaatkan potensi daerah.

Dengan demikian, inovasi pengolahan sampah plastik tidak hanya berpotensi membantu persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk mengenal teknologi, kewirausahaan dan pengembangan produk sejak di bangku sekolah.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *