Kekeringan Jadi Tantangan Karhutla Pandih Batu, Bupati Pulang Pisau Dorong Penambahan Sumber Air

banner 468x60

PULANG PISAU, Suarakalteng.com – Keterbatasan sumber air menjadi salah satu persoalan yang ditemukan Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau saat memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Pandih Batu.

Bupati Pulang Pisau, H. Ahmad Rifa’i, turun langsung ke wilayah Desa Kantan Atas, Selasa (22/9/2026), untuk melihat kondisi karhutla sekaligus mengecek kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kebakaran.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pulang Pisau Adief Swandaru beserta jajaran. Rombongan juga meninjau Posko Masyarakat Peduli Api (MPA) di Desa Kantan Atas.

“Kita menyaksikan langsung kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan yang ada di Desa Kantan Atas,” kata Ahmad Rifa’i.

Selain melihat lokasi kebakaran, Ahmad Rifa’i berdiskusi dengan masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai perkembangan kondisi di lapangan. Dari pembahasan tersebut, keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala yang perlu mendapat perhatian dalam proses pemadaman.

Kondisi lahan yang kering ditambah terbatasnya sumber air dapat menyulitkan upaya pengendalian api. Karena itu, kesiapan sarana pendukung menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan, khususnya di wilayah yang memiliki potensi karhutla.

Bupati juga mendorong masyarakat yang hendak membuka maupun mengelola lahan agar mempersiapkan sumber air sejak awal. Menurutnya, ketersediaan air dapat menjadi bagian dari langkah antisipasi ketika menghadapi kondisi kekeringan.

“Ke depannya, saya menyarankan kepada masyarakat yang hendak berkebun agar menyediakan sumber air, seperti sarana sumur bor,” ujarnya.

Pemkab Pulang Pisau akan memperhatikan kondisi yang ditemukan dalam pemantauan tersebut untuk memperkuat penanganan karhutla, terutama di wilayah yang menghadapi persoalan keterbatasan sumber air.

Pemantauan langsung tersebut juga memperlihatkan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, petugas pemadam dan masyarakat. Keterlibatan masyarakat melalui Posko MPA menjadi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di wilayah Pandih Batu.

Selain penanganan ketika api muncul, kesiapan sarana dan pencegahan sejak awal menjadi perhatian agar potensi karhutla dapat ditekan, terutama selama kondisi kekeringan masih berlangsung.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *