PALANGKA RAYA, Suarakalteng.com – Kalimantan Tengah menjadi salah satu dari empat provinsi di Indonesia yang berhasil meraih Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2026. Capaian ini menempatkan Kalteng dalam kelompok pemerintah daerah yang mendapat pengakuan atas upaya pemajuan kebudayaan.
Penghargaan tersebut diberikan setelah melalui penilaian terhadap 38 pemerintah provinsi. Selain Kalimantan Tengah, tiga provinsi lainnya yang menerima AKI 2026 adalah Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Utara.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyerahkan penghargaan kepada Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Penilaian AKI mencakup sejumlah aspek, antara lain keberlanjutan kebijakan dan program pemajuan kebudayaan, partisipasi masyarakat, dampak terhadap kesejahteraan, serta kemampuan pemerintah daerah menghadirkan praktik yang menginspirasi.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, pemajuan kebudayaan merupakan kewajiban bersama. Upaya tersebut tidak hanya berkaitan dengan pelestarian, tetapi juga mencakup pengembangan dan pemanfaatan kebudayaan dalam kehidupan masyarakat.
“Artinya, kita semua mempunyai satu kewajiban yang sama untuk memajukan. Dan memajukan kebudayaan nasional itu termasuk di dalamnya adalah melindungi, melestarikan, mengembangkan, memanfaatkan, dan membina kebudayaan,” ujarnya.
Menurut ruang lingkup pemajuan kebudayaan, berbagai unsur yang perlu mendapat perhatian meliputi bahasa, manuskrip, adat istiadat, teknologi tradisional, makanan lokal, permainan rakyat, hingga seni.
Masuknya Kalimantan Tengah sebagai salah satu penerima penghargaan di antara puluhan provinsi menunjukkan pentingnya peran pemerintah daerah dalam membangun ekosistem kebudayaan.
Ke depan, tantangan yang perlu dijaga adalah memastikan kebijakan pemajuan kebudayaan terus berjalan secara konsisten dan melibatkan masyarakat. Dengan demikian, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian, tetapi juga dorongan untuk memperkuat kebudayaan sebagai bagian dari identitas dan pembangunan daerah.











