Belanja Produk Lokal Jadi Bentuk Nasionalisme Modern, Pemprov Kalteng Ajak Generasi Muda Bergerak

Sosialisasi Bangga Buatan Indonesia Tahun 2026 di Aula Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah menjadi momentum mengajak mahasiswa dan pelajar memperkuat dukungan terhadap produk dalam negeri, Palangka Raya, Jumat (6/11/2026).
banner 468x60

PALANGKA RAYA, Suarakalteng.com – Dukungan terhadap produk buatan dalam negeri dinilai menjadi salah satu langkah nyata untuk memperkuat perekonomian nasional. Pilihan masyarakat dalam membeli produk lokal tidak hanya berdampak pada pelaku usaha, tetapi juga berkontribusi terhadap keberlangsungan lapangan kerja dan rantai pasok di dalam negeri.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengajak generasi muda mengambil bagian dalam gerakan tersebut melalui kebiasaan memilih, membeli, dan menggunakan produk buatan Indonesia.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Ajakan itu disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Anang Dirjo, saat membacakan sambutan tertulis Sekretaris Daerah pada Sosialisasi Bangga Buatan Indonesia (BBI) Tahun 2026 di Aula Bapperida Kalteng, Jumat (6/11/2026).

Menurutnya, dukungan terhadap produk lokal harus menjadi kebiasaan nyata dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar slogan. Perkembangan teknologi digital juga memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menentukan pilihan belanja sekaligus mendukung produk hasil karya anak bangsa.

“Melalui satu klik di ponsel pintar, kita memiliki kekuatan besar untuk menentukan arah ekonomi bangsa. Ketika kita memilih, membeli, dan menggunakan produk lokal buatan anak bangsa, saat itulah kita sedang berinvestasi pada masa depan Indonesia,” tutur Anang Dirjo.

Ia menjelaskan, transaksi pembelian produk dalam negeri memiliki dampak ekonomi yang lebih luas. Selain membantu UMKM mempertahankan usahanya, dukungan tersebut turut membuka peluang kerja dan memperkuat rantai pasok nasional.

Anang Dirjo juga menegaskan pentingnya membangun kebanggaan terhadap produk Indonesia di tengah persaingan pasar yang semakin terbuka.

“Kemandirian ekonomi bangsa tidak akan tercapai jika kita hanya menjadi penonton di pasar negara sendiri. Kita harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Memilih produk Indonesia bukan lagi sekadar formalitas, melainkan bentuk nasionalisme baru di era modern,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Kalteng juga mendorong pemanfaatan media sosial dan perangkat digital sebagai sarana memperkenalkan produk lokal. Dengan promosi yang semakin luas, produk UMKM diharapkan dapat menjangkau konsumen lebih banyak dan memiliki kesempatan bersaing di pasar yang lebih besar.

Sosialisasi BBI 2026 mengangkat tema “Generasi Muda Berdaya, Bangga Produk Indonesia: Satu Klik untuk Kemandirian Ekonomi Bangsa”. Kegiatan ini diikuti mahasiswa dan pelajar SMA sederajat di Kota Palangka Raya.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap tumbuh kesadaran generasi muda bahwa pilihan konsumsi memiliki peran dalam mendukung perekonomian nasional. Semakin besar dukungan terhadap produk lokal, semakin terbuka pula peluang bagi UMKM untuk berkembang dan berkontribusi terhadap kemandirian ekonomi bangsa.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalimantan Tengah Hj. Norhani, Kepala Diskominfosantik Kalteng Adiah Chandra Sari, serta Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Tengah Primandanu Febryan Aziz. (WDY/Foto:Iksn)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *