10.700 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla Kalteng, Barito Utara Capai 12 Hektare

Keterangan Foto: Relawan dan petugas gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah. Penanganan Karhutla hingga 17 September 2026 mencakup 63 kejadian dengan luasan 115,35 hektare.
banner 468x60

PALANGKA RAYA, SUARAKALTENG.COM – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah terus diperkuat dengan pengerahan personel dan berbagai sarana pendukung di sejumlah wilayah.

Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat sebanyak 63 kejadian Karhutla berhasil ditangani dalam 24 jam hingga Kamis (17/9/2026), dengan total luasan lahan yang berhasil dipadamkan mencapai 115,35 hektare.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Operasi tersebut melibatkan unsur gabungan, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, BPK Swakarsa, relawan hingga unsur terkait lainnya.

Tim di lapangan tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga pembasahan, penyekatan serta pemantauan terhadap wilayah yang dinilai berpotensi kembali terbakar.

Barito Utara Tangani Empat Kejadian

Berdasarkan Laporan Harian Sirine Posko Krisis Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah per 17 September 2026, sejumlah kabupaten mencatat luasan penanganan yang cukup signifikan.

Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi wilayah dengan luasan pemadaman terbesar, yakni 24,87 hektare dari sembilan kejadian.

Kemudian Seruyan mencapai 20,25 hektare dari enam kejadian, Pulang Pisau 14,50 hektare dari lima kejadian, Kapuas 14,20 hektare dari delapan kejadian, sedangkan Barito Utara tercatat 12 hektare dari empat kejadian. Selanjutnya Katingan mencatat 10 hektare dari tiga kejadian.

Penanganan juga dilakukan di Barito Selatan dengan luasan 4,37 hektare, Kotawaringin Barat 3,50 hektare, Gunung Mas 3 hektare, Kota Palangka Raya 2 hektare, Sukamara 1,10 hektare, Lamandau 0,50 hektare, Barito Timur 0,05 hektare dan Murung Raya 0,06 hektare.

Ribuan Personel Dikerahkan

Untuk mempercepat penanganan Karhutla, sebanyak 10.700 personel gabungan dikerahkan di berbagai wilayah Kalimantan Tengah. Operasi tersebut turut didukung enam unit helikopter serta satu unit pesawat OMC/patroli.

Keterlibatan lintas organisasi juga diperkuat. Sebanyak 44 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Kalimantan Tengah tercatat ikut dalam kegiatan pemadaman dan penyekatan.

Hingga saat ini, jajaran OPD Pemprov Kalteng telah melaksanakan 504 kegiatan pemadaman dan penyekatan, dengan total area yang berhasil diamankan mencapai 105,93 hektare.

Asap dan Kondisi Lahan Masih Jadi Perhatian

Selain mengatasi titik api, kondisi sebaran asap dan cuaca juga menjadi perhatian dalam operasi Karhutla.

Informasi BMKG Kalimantan Tengah menyebut kondisi Karhutla dan sebaran asap masih perlu diwaspadai. Titik panas terdeteksi di sejumlah wilayah, sementara sebaran asap dilaporkan mencapai beberapa wilayah di Kalimantan hingga lintas batas negara.

Jarak pandang di sejumlah wilayah juga dilaporkan terbatas. Kualitas udara di Palangka Raya dan Pangkalan Bun berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya berdasarkan informasi yang dicantumkan dalam laporan tersebut.

Kondisi lahan yang kering hingga sangat kering turut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, sehingga pemantauan titik panas dan kawasan rawan terus dilakukan.

BPBPK Kalteng bersama unsur gabungan pun terus memperkuat koordinasi, baik dalam pengerahan personel maupun pemanfaatan sarana dan prasarana untuk mengantisipasi meluasnya Karhutla.

Penanganan dilakukan secara terpadu melalui pemadaman, pembasahan, penyekatan, pemantauan titik panas dan patroli di kawasan rawan. Langkah tersebut diarahkan untuk menekan luasan kebakaran sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan petugas di lapangan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *