Suarakalteng, Muara Teweh – Dugaan penipuan berantai dengan berbagai modus, mulai dari arisan hingga pinjaman modal usaha, dilaporkan terjadi di wilayah Muara Teweh. Sejumlah warga mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Beberapa korban telah melaporkan kasus ini ke Polres Barito Utara untuk ditindaklanjuti. Modus yang digunakan diduga menawarkan keuntungan besar dalam waktu singkat, sehingga menarik minat korban untuk menanamkan dana.
Peristiwa bermula saat korban ditawari arisan senilai Rp100 juta pada Januari 2026. Karena percaya, korban mentransfer uang secara bertahap hingga total mencapai ratusan juta rupiah. Namun hingga jatuh tempo, dana yang dijanjikan tidak pernah dicairkan.
“Karena percaya, saya mentransfer uang beberapa kali. Namun hingga jatuh tempo, uang tersebut tidak pernah dibayarkan hingga saat ini,” ujar korban berinisial AP saat di Mapolres setempat, Senin (27/4/2026).
Sementara korban lainnya berinisial LN mengaku meminjamkan dana hingga Rp100 juta dengan janji keuntungan dalam waktu singkat, namun tidak kunjung dikembalikan.
“Saya sudah berupaya menghubungi terlapor melalui pesan WhatsApp, namun tidak mendapatkan respons. Bahkan, nomor kontaknya sudah tidak aktif,” ungkapnya.
Kasus ini diduga melibatkan beberapa korban dengan pola kejadian yang serupa. Para korban awalnya tergiur oleh keuntungan besar, namun pada akhirnya mengalami kerugian setelah dana yang dijanjikan tidak kunjung dikembalikan.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap laporan yang masuk. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran investasi atau arisan yang menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam waktu singkat.
Selain itu, warga juga diminta memastikan kejelasan sistem serta kredibilitas pihak yang menawarkan sebelum melakukan transaksi keuangan guna menghindari potensi penipuan.










