PALANGKA RAYA, SUARAKALTENG.COM – Sebanyak 10 anak menjalani operasi bibir sumbing dan langit-langit dalam kegiatan bakti sosial yang digelar di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Kegiatan yang berlangsung 18–20 September 2026 tersebut merupakan kolaborasi RSUD dr. Doris Sylvanus, TP PKK Provinsi Kalimantan Tengah dan Yayasan Smile Train Indonesia untuk memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Tengah Aisyah Thisia Agustiar Sabran meninjau langsung pelaksanaan kegiatan pada Sabtu (19/9/2026). Ia menyebut operasi tersebut bukan hanya tindakan medis, tetapi juga menjadi upaya memberikan harapan dan meningkatkan kepercayaan diri anak.
“Kegiatan ini bukan semata-mata tindakan medis. Melalui kolaborasi ini, kita ingin menghadirkan harapan baru, membangun kepercayaan diri, dan memberikan kesempatan kepada anak-anak kita untuk tumbuh sehat serta menyongsong masa depan yang lebih baik,” ungkap Aisyah.
Menurutnya, pelayanan kesehatan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, termasuk keluarga dari daerah yang jauh dari pusat pelayanan kesehatan.
“Pembangunan kesehatan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi masyarakat, lembaga sosial, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat agar manfaat pelayanan dapat dirasakan semakin luas,” tuturnya.
10 Pasien Dinyatakan Siap Operasi
Plt. Direktur RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya dr. Ferry Iriawan mengatakan, dari 17 pasien yang mengikuti proses screening, sebanyak 10 pasien dinyatakan siap menjalani operasi.
“Dari 17 pasien yang mengikuti proses screening, sebanyak 10 pasien dinyatakan siap dan dapat menjalani tindakan operasi. Kami memahami bahwa di balik setiap pasien ada harapan besar dari keluarga untuk melihat anaknya dapat tersenyum dengan lebih percaya diri,” katanya.
Ia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang kembali terjalin antara RSUD dr. Doris Sylvanus, Pemerintah Provinsi Kalteng, TP PKK Kalteng dan Smile Train Indonesia.
“Bagi kami, kegiatan bakti sosial operasi bibir sumbing dan langit-langit ini bukan sekadar tindakan medis, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap anak-anak dan keluarga yang membutuhkan. Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh sehat, percaya diri, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tuturnya.
Pelaksanaan operasi didukung tim medis yang terdiri dari dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik, dokter anestesi, tim perawat bedah, penata anestesi Instalasi Bedah Sentral (IBS), serta Tim Rawat Inap Ruang Melati RSUD dr. Doris Sylvanus.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat, khususnya anak-anak dengan kondisi celah bibir dan langit-langit, memperoleh akses terhadap pelayanan medis.










