Suarakalteng.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan hasil pemantauan drone milik Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah pada Jumat (17/7/2026), titik api yang sebelumnya meluas kini diperkirakan hanya tersisa dua titik.
Meski demikian, tim gabungan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Dalkarhutla) masih terus berjibaku di lapangan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali meluas.
Koordinator Posko Dalkarhutla Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Elisabet, mengatakan saat ini petugas memfokuskan upaya pada proses pendinginan serta penyekatan di area yang masih mengeluarkan bara api, terutama di lahan gambut yang memiliki potensi memicu kebakaran kembali.
“Yang jelas saat ini kebakaran hutan dan lahan di Tumbang Nusa sudah ada penurunan, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa dipadamkan sepenuhnya,” ujarnya.
Berdasarkan data Posko Dalkarhutla Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah, kebakaran di Desa Tumbang Nusa telah berlangsung sejak awal Juli 2026 dan diperkirakan menghanguskan puluhan hektare lahan.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Penyidik masih mendalami kemungkinan apakah kebakaran terjadi akibat unsur kesengajaan maupun faktor lainnya.
Pemerintah bersama tim gabungan terus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan lahan gambut yang sangat mudah terbakar saat musim kemarau.
Dengan terus berkurangnya titik api, diharapkan proses pemadaman dapat segera dituntaskan sehingga risiko meluasnya kebakaran serta dampak kabut asap terhadap masyarakat dapat diminimalkan.










