Suara Kalteng, Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus mempercepat upaya penurunan stunting dengan fokus pada intervensi gizi dan perbaikan sanitasi lingkungan.
Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan menyampaikan bahwa angka stunting di daerah tersebut masih berada di angka 20,4 persen berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024.
“Ini menjadi tantangan bersama yang harus segera kita tangani melalui langkah konkret dan terukur,” ujarnya di Muara Teweh, Kamis (16/4/2026).
Ia menjelaskan, strategi yang dilakukan mencakup pemenuhan gizi ibu hamil dan balita, peningkatan akses layanan kesehatan, serta edukasi masyarakat tentang pola hidup sehat.
Selain itu, pemerintah juga mendorong perbaikan sanitasi dan lingkungan sebagai bagian dari intervensi sensitif dalam penanganan stunting.
Ketua TP PKK Barito Utara, Maya Savitri Shalahuddin, menambahkan bahwa peran keluarga sangat penting dalam mencegah stunting sejak dini.
“Kesadaran keluarga terhadap pentingnya gizi seimbang dan rutin ke Posyandu harus terus ditingkatkan,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia guna memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.
Dengan sinergi lintas sektor yang terus diperkuat, Pemkab Barito Utara optimistis angka stunting dapat ditekan secara bertahap sesuai target nasional hingga tahun 2029.










