Guru Diminta Bijak Bermedia Sosial, Ruang Ujian Sekolah Harus Tetap Profesional

Sumber gambar: (THINKSTOCKPHOTOS) via kompas.com
banner 468x60

Suarakalteng.com – Fenomena penggunaan media sosial di lingkungan pendidikan kembali menjadi sorotan publik. Ruang ujian sekolah yang seharusnya menjadi tempat menjaga integritas dan ketenangan peserta didik dinilai tidak tepat dijadikan konten media sosial oleh oknum tenaga pendidik.

Pandangan tersebut mengemuka dalam tulisan opini yang dimuat di platform Kompasiana berjudul “Ruang Ujian Sekolah Bukan Panggung Media Sosial Milik Guru”. Tulisan itu menyoroti pentingnya menjaga profesionalisme guru di era digital yang serba terbuka.

Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa guru memiliki tanggung jawab moral untuk menciptakan suasana ujian yang kondusif, tertib, dan bebas dari gangguan. Aktivitas membuat konten media sosial saat ujian berlangsung dinilai berpotensi mengganggu konsentrasi siswa sekaligus menimbulkan persepsi kurang profesional terhadap dunia pendidikan.

Selain itu, penggunaan media sosial secara berlebihan di lingkungan sekolah juga dikhawatirkan dapat menggeser fokus utama pendidikan, yakni pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kualitas pembelajaran peserta didik.

Praktisi pendidikan menilai perkembangan teknologi memang tidak dapat dihindari, namun penggunaannya tetap harus memperhatikan etika profesi. Guru diharapkan mampu menjadi teladan dalam penggunaan media digital, terutama di lingkungan sekolah yang menjadi ruang pendidikan formal.

“Guru harus menjadi contoh bijak dalam bermedia sosial. Jangan sampai ruang pendidikan kehilangan marwah karena konten yang tidak tepat,” tulis penulis dalam opininya.

Di sisi lain, masyarakat juga diajak untuk melihat persoalan tersebut sebagai momentum memperkuat literasi digital di dunia pendidikan. Sekolah dinilai perlu memiliki pedoman yang jelas terkait penggunaan media sosial oleh tenaga pendidik maupun peserta didik.

Dengan meningkatnya penggunaan platform digital di kalangan tenaga pengajar, profesionalisme dan etika dinilai menjadi kunci utama agar teknologi tetap mendukung kualitas pendidikan, bukan justru mengurangi esensi proses belajar mengajar di sekolah.

Sumber: Kompasiana – Ruang Ujian Sekolah Bukan Panggung Media Sosial Milik Guru

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *