Fasilitasi Pemaparan SSK Seruyan 2026–2030, Perkuat Strategi Sanitasi Berkelanjutan

Penyerahan Dokumen Perbantuan Infrastuktur SSK dari Pemerintah Prov. Kalteng
banner 468x60

Suarakalteng,  Palangka Raya – Pemerintah Kabupaten Seruyan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan melalui kegiatan fasilitasi pemaparan dan penjelasan Dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) Tahun 2026–2030 bertempat di Ruang Rapat Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Kalimantan Tengah, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penyempurnaan dokumen strategi sanitasi kabupaten/kota yang lebih komprehensif dan implementatif. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bapperida Kabupaten Seruyan, Agung Setiawan, serta difasilitasi oleh Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Kalimantan Tengah melalui Kepala Seksi Pelaksana II, Lorentz T. P. Napitupulu.

Agenda kegiatan diawali dengan pemaparan dan penjelasan Dokumen SSK Kabupaten Seruyan Tahun 2026–2030 yang memuat arah kebijakan, strategi, serta rencana aksi pembangunan sanitasi ke depan. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanggapan dan telaah dari tim Provinsi Kalimantan Tengah sebagai bentuk evaluasi dan penyempurnaan dokumen.

Dalam pemaparannya, Kepala Bapperida Kabupaten Seruyan menegaskan bahwa program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat.

“Melalui program PPSP, kami mendorong peningkatan kuantitas dan kualitas sarana serta prasarana pengelolaan air limbah rumah tangga yang berwawasan lingkungan, sekaligus mewujudkan tata kelola kebersihan dan pengelolaan persampahan yang terpadu, berkualitas, dan berkelanjutan,” ujar Agung Setiawan.

Ia juga menyampaikan bahwa upaya tersebut didukung oleh ketersediaan infrastruktur persampahan yang saat ini telah dimiliki Kabupaten Seruyan. “Saat ini kami telah memiliki 1 unit TPA, 4 unit TPS3R, 6 unit bank sampah, 4 unit dump truck, 1 unit arm roll truck, 1 unit pick up, 27 unit TPS, 1 unit kontainer, serta 200 unit tong sampah pejalan kaki. Ini menjadi modal dasar dalam memperkuat sistem pengelolaan persampahan ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, pihak Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Kalimantan Tengah dalam tanggapannya memberikan sejumlah masukan konstruktif terhadap dokumen yang dipaparkan. Lorentz Napitupulu, menekankan pentingnya implementasi nyata dari setiap rencana yang telah disusun.

“Dokumen yang baik harus diikuti dengan aksi nyata di lapangan. Kami mendorong agar setiap rencana kerja yang telah disusun dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya koordinasi dan komunikasi dalam mengatasi berbagai kendala yang mungkin muncul dalam pelaksanaan program. “Apabila terdapat hambatan di lapangan, kami harapkan dapat segera didiskusikan bersama agar ditemukan solusi yang cepat dan tepat, sehingga program sanitasi dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tambahnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah perangkat daerah yang tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) sanitasi dari Provinsi Kalimantan Tengah dan Kabupaten Seruyan, antara lain Bapperida Seruyan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan), Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfosandi) Kabupaten Seruyan.(MMCSeruyan/IH)/Edt:UL

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *