Suarakalteng.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memperkuat budaya integritas melalui pendidikan antikorupsi di lingkungan pendidikan.
Komitmen tersebut disampaikan saat Pemprov Kalteng mengikuti secara virtual Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 serta Launching Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dari Ruang Rapat Bajakah Kantor Gubernur Kalteng, Senin (11/5/2026).
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Yuas Elko.
Rakor tersebut dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir yang menekankan pentingnya langkah konkret pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi, khususnya terhadap komoditas pangan strategis yang mengalami kenaikan harga.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), beberapa komoditas mengalami kenaikan harga di berbagai daerah, seperti cabai merah, minyak goreng, bawang merah, gula pasir, hingga beras.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemprov Kalteng terus memperkuat koordinasi bersama Bulog, Bank Indonesia, aparat keamanan, dan perangkat daerah guna menjaga ketersediaan serta keterjangkauan harga kebutuhan pokok di masyarakat.
“Seluruh perangkat daerah yang membidangi pengendalian inflasi wajib melakukan langkah cepat dan responsif terhadap kondisi di masyarakat agar kebutuhan pokok tetap tersedia dan mudah dijangkau,” ujar Yuas Elko.
Selain fokus pada pengendalian inflasi, rakor tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi Tahun 2026.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan antikorupsi menjadi bagian penting dalam membangun karakter bangsa dan budaya integritas sejak usia dini.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus menyampaikan bahwa pemberantasan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga perlu diperkuat melalui pendidikan karakter di sekolah.
Pemprov Kalteng berharap sinergi pengendalian inflasi dan pendidikan integritas dapat berjalan seimbang demi menjaga stabilitas daerah sekaligus membangun generasi muda yang berkarakter jujur dan antikorupsi.










