Suarakalteng.com – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya akhirnya menemukan titik terang setelah terungkap adanya penurunan distribusi BBM sejak awal Mei 2026.
Fakta tersebut mencuat dalam rapat bersama yang membahas kondisi distribusi BBM di Kota Palangka Raya. Dalam forum itu disebutkan bahwa pasokan BBM yang biasanya mencapai sekitar 190 kiloliter (KL) per hari mengalami penurunan cukup signifikan pada periode 1 hingga 5 Mei 2026 menjadi sekitar 150 KL per hari.
Meski dalam dua hari terakhir distribusi mengalami kenaikan menjadi sekitar 170 KL per hari, angka tersebut masih belum mampu memenuhi kebutuhan normal masyarakat yang diperkirakan mencapai 205 KL per hari.
Kondisi inilah yang dinilai menjadi penyebab utama antrean kendaraan terus mengular di berbagai SPBU dalam beberapa hari terakhir. Warga terpaksa menunggu berjam-jam demi mendapatkan BBM, terutama jenis Pertalite dan Pertamax.
Sejumlah masyarakat berharap distribusi BBM segera kembali normal agar aktivitas ekonomi dan mobilitas warga tidak terganggu. Pasalnya, antrean panjang mulai berdampak pada sektor transportasi hingga distribusi barang di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah tersebut.
Di sisi lain, pemerintah daerah bersama pihak terkait kini terus melakukan koordinasi untuk memastikan penambahan pasokan BBM dapat segera direalisasikan sehingga situasi di lapangan kembali kondusif.
Masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi BBM dapat berjalan lebih merata dan terkendali.










