Suarakalteng, Palangka Raya — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Apel Gelar Pasukan dan Sarana Prasarana sebagai bentuk kesiapan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, di Lapangan Barigas Polda Kalteng, Jumat (17/4/2026).
Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa kesiapsiagaan merupakan kunci utama dalam menghadapi ancaman karhutla, terutama dengan prediksi musim kemarau yang lebih panjang akibat fenomena El Nino.
“Kita harus terus meningkatkan kewaspadaan dan tidak boleh lengah. Karhutla adalah ancaman serius yang harus kita hadapi bersama,” tegasnya.
Apel ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Daerah, TNI, Polri, hingga instansi terkait lainnya sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.
Berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau di wilayah Kalimantan Tengah diperkirakan mulai pada akhir Mei 2026 dan mencapai puncaknya pada Juli hingga Agustus. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah rawan.
Gubernur juga menekankan pentingnya langkah preventif, seperti deteksi dini titik api, patroli rutin, serta edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Selain itu, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran juga akan dilakukan secara tegas tanpa pandang bulu.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Kalteng telah menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla guna memperkuat koordinasi dan percepatan penanganan di lapangan.
Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda, jajaran OPD, serta berbagai pihak terkait yang berkomitmen menjaga Kalimantan Tengah tetap aman dari ancaman karhutla.










