TPS.10 RT.09 kelurahan Melayu, kecamatan Teweh tengah, kabupaten Barito Utara pada Tanggal 13 Desember 2020 melaksanakan PSU

TPS.10 RT.09 kelurahan Melayu, kecamatan Teweh tengah, kabupaten Barito Utara pada Tanggal 13 Desember 2020 melaksanakan PSU

Suarakalteng.com – MuaraTeweh, Pencoblosan ulang yang dilakukan oleh TPS 10 Melayu pada 13/12/2020 ddisebab kan ada nya temuan anggota panwaslu kecamatan Teweh tengah kabupaten Barito Utara . Menurut informasi dari Ketua TPS 10 tersebut, DPT di TPS 10 dimaksud sebanyak 334 pemilij, yang memakai hak pilihtgl 9 /12/20 adalah 117 dari 345 lembar surat suara,


Suarakalteng.com – MuaraTeweh, Pencoblosan ulang yang dilakukan oleh TPS 10 Melayu pada 13/12/2020 ddisebab kan ada nya temuan anggota panwaslu kecamatan Teweh tengah kabupaten Barito Utara .

Menurut informasi dari Ketua TPS 10 tersebut, DPT di TPS 10 dimaksud sebanyak 334 pemilij, yang memakai hak pilih
tgl 9 /12/20 adalah 117 dari 345 lembar surat suara, terdapat 3 lembar surat suara tidak sah karena rusak dan 4 Orang yg menggunakan KTP wilayah kelurahan Melayu namun Bukan dari warga RT.09 yg sebagian KTP yang dipermasalahkan hingga terjadi PSU adalah berprofesi sebagai pedagang di pasar tradisional pendopo yangmana jaraknya cuma Puluh meter dari lokasi TPS 10.

Dari hasil perhitungan suara Sebelum diadakan PSU nantinya, Paslon 01 mendapat perolehan 27 suara dan 02 memperoleh 87 suara. Total Suara Sah saat itu sebanyak 114 suara.

Adapun kronologi peristiwa hingga digelar nya (PSU) pencoblosan ulang di TPS 10 kelurahan Melayu kecamatan Teweh tengah kabupaten Barito Utara.

menurut pengakuan Putes Lekas pada saat menjabat sebagai ketua Kpps 10 kelurahan Melayu kecamatan Teweh tengah adalah sesuatu yang sangat ironis Sampai terjadinya PSU.

“Sangat ironi , diduga awal mula terjadi nya masalah di TPS 10 sudah sejak ingin dimulainya acara proses persiapan pencoblosan yang oleh oknum pihak pengawas TPS 10 yaitu saudari Rahmiyati yang kurang mengerti tugasnya.

Karena diduga dari awal Kegiatan sudah terlalu jauh mencampuri tugas-tugas Anggota KPPS, hingga terjadinya hal Sangat disayangkan oleh seluruh Anggota KPPS.

Pada saat ke empat orang tersebut masuk mendaftar ke Anggota KPPS untuk mengambil surat suara, si pengawas tidak mengingatkan, sehingga ke empat orang tersebut bisa mencoblos, padahal disaat proses penunjukan KTP untuk di catat hingga difoto pun bisa dicegah.

Entah kenapa baru mendekati proses perhitungan suara barulah si Pengawas protes, Sehingga saat itu terjadi cekcok dengan Anggota KPPS 4, 3 dan Anggota Linmas yg kebetulan menjabat sebagai Ketua RT.09.

persiapan PSU 12/12/2020

” Kenapa sih Bu Pengawas baru sekarang protes, kenapa Tidak dari awal ibu protes pas ibu ngambil fototadi, dan ibu juga tadi ngatur ngatur kami, inilah itulah harus seperti ini lah, seperti itulah, kayanya ibu emang sengaja mencari kesalahan kami” ucap anggota KPPS sembari menunjukkan muka kesal kepada si Pengawas sembari bersiap ingin melakukan penghitungan suara.

Dalam proses penghitungan yg disaksikan oleh seluruh anggota KPPS serta kedua saksi Paslon sipengawas pun kembali mengintruksikan kepada ketua kpps untuk mencampur Suara yg tidak sah kedalam Suara Sah dengan alasan bahwa aturannya harus digabungkan, namun langsung di sanggah oleh ketua kpps dengan menjelaskan bahwa harus dipisah dari suara sah seperti yang biasa kami lakukan pada pemilu sebelum-sebelumnya menjelaskan kepada si pengawas TPS tersebut, namun lagi2 sipengawas bersikukuh hingga terpaksa menuruti perintahnya mengingat jabatannya sebagai Pengawas TPS, namun setelah proses memasukkan surat suara kedalam sampul surat suara, alhasil diakhir terpaksa mencari kembali ke 3 Surat suara yg rusak tersebut yang sudah tercampur dengan suara sah, karena sudah tersedia sampul surat suara yang tidak sah.

Hingga diakhir penghitungan suara Ketua kpps menyampaikan kejadian beberapa dan tentang 4 orang yg mencoblos bukan RT. 09 kepada berbagai pihak dan terutama kepada para saksi dari Paslon O1 dan juga saksi Paslon O2, dengan hasil kesepakatan bersama telah menerima dari proses pencoblosan, hasil pemungutan hingga hasil perhitungan suara di TPS 10 tersebut yang disaksikan juga oleh pengawas TPS tersebut, Namun pada kenyataannya tetap dilaksanakan PSU.

Namun hal yg mengejutkan kami KPPS adalah ada beberapa poin dari hasil ” Kejadian Dugaan Pelanggaran” Nomor : 01/TM/PG/Teweh Tengah/21.04/XII/2020 tersebut tidak sesuai dengan apa Yang sebenarnya di lapangan.

Meskipun seperti itu, seluruh Anggota KPPS tetap Semangat dan berharap untuk pelaksanaan PSU nanti (13-12-2020) agar seluruh masyarakat RT.09 yg terdaftar di DPT TPS 10 untuk bisa hadir mencoblos nantinya dengan mentaati protokol kesehatan yg sudah ditentukan.

“Kami sebagai pelaksana di TPS 10 telah menyiapkan TPS untuk melaksanakan PSU atau pemilihan suara ulang esok (13/12/2020) dan dengan kejadian sebelumnya dijadikan pelajaran bersama, Selain itu juga kami berharap proses PSU bisa berjalan lancar hingga akhir proses ” tutup nya sembari tersenyum kepada awak media.

Mustamar ,sebagai ketua PPK kecamatan Teweh tengah ,ketika dikonfimasi terkait masalah PSU di TPS 10.mengatakan atas dasar surat rekomendasi Bawaslu ,PPK siap melaksanakan nya.

Lokasi PSU TPS 10

“Apapun tahapan pemilu ,bila diperintah pimpinan ,kami siap melaksanakan .demikian juga dengan penyelenggaraan PSU di TPS 10,besok , atas dasar rekomedasi panwas ,tentu kami siap melaksanakan nya”,tegas Mustamar kepada awak media saat memantau kesiapan panitia melaksanakan PSU di TPS 10.

Ketua panwaslu kecamatan Teweh tengah M. Nasution menjelaskan kepada awak media PSU itu normatif saja tidak ada yang luar biasa ,bila ada di temukan pelanggaran dalam pemungutan suara ,secara adminitrasi kami akan teruskan ke Bawaslu dan kemudian diterus ke KPU .
Atas dasar temuan itu kan PSU dilaksanakan .


“PSU itu hal biasa dan Normatif dan pasti nya bila kami menemukan tindakan pelanggaran ,maka materi temuan akan di catat oleh petugas pengawasan pelaksanaan pemilihan dan hasil pengawasan di lapor kanke kami maka semua laporan aka kami terus kan ke Bawaslu dan seterus nya berjenjang .Bawaslu menerus kan ke KPU kabupaten ,dari hasil analisa atas pelanggaran maka kami sampai kan ke PPK untuk melaksana kan PSU .


Demokrasi harus ditegak kan dengan azas dan aturan pilkada “tutup nya.(Red)

admin
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Error while loading reCapcha. Please set the reCaptcha keys under Theme Options in admin area

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Total Pengunjung Media

  • 1.107
  • 143.229
  • 588.442
  • 17.667.164