Warga Muara Teweh Keluhkan Harga Elpiji 3 Kg, Ada Apa ?

MUARA TEWEH – Warga Bumi Iya Mulik Bengkang Turan, Kabupaten Barito Utara, Tepatnya Warga Muara Teweh mengeluh terhadap Naiknya harga gas LPG tiga kilogram (Kg) atau biasa disebut gas melon di mana harganya Semakin melambung tinggi di Kota Muara Teweh.

Seperti pemberitaan Media Siber suarakalteng.com bulan lalu harga gas melon tersebut Rp.48.000 di tingkat pengecer dalam Kota Muara Teweh, Namun bebera hari terakhir harga gas Melon tersebut naik kembali, Menjadi Rp. 50.000, di tingkat pengecer. 15/05/2021, Pagi.

Seperti yang dikeluhkan seorang ibu rumah tangga saat diwewancari di rumah nya, bahwa baru saja membeli gas elpiji 3 kg, harganya Rp. 50.000. Harga tersebut sangat membebani mereka, terlebih-lebih saat ini warga sangat kesulitan untuk memenuhi perekonomiannya keluarga, karena dampak Pandemi Covid-19 yang masih berkepanjangan di kabupaten Barito Utara.

Ditambahkannya lagi selain harganya yang tinggi, pihaknya susah mencari nya. Tadi juga terpaksa Mutar Kota Muara Teweh,Baru dapat, ucapnya.

Sementara itu, bebera Pedagang kaki 5 di kota Muara Teweh juga mengeluhkan Kenaikan harga gas melon tersebut, dan Saat ini tergolong Langka. Seperti yang diutarakan paman pentol yang berjualan di jalan sengaji Hulu, tepatnya di depan Pasar tradisional Pendopo Muara Teweh.

“Biasanya kami membeli gas 3 kg berkisar RP. 20.000 Sampai Rp. 25.000. Namun bebera bulan terakhir ini harganya Melambung tinggi, Bahkan Saat ini harganya Rp.50.000 mas,” ucap pedagang pentol yang sengaja tidak disebutkan namanya.

“Kami berharap agar Harga eceran Gas melon di Muara Teweh bisa normal Kembali seperti harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah Daerah” Tutupnya. (Tim)