Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Pekerjaan Jalan Sei Rahayu Barut ” Hadirkan Saksi-Saksi Dalam Persidangan.

Setelah sidang pertamanya beberapa waktu lalu, di Pengadilan Tipikor Palangka Raya Jl Seth Aji terkait kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) Proyek jalan Sei Rahayu Barito Utara dengan terdakwa Direktur PT Iyhamulik Bekang turan Muhamad Sidik, sebagai direktur hart natalis sebagai kuasa direktur, manhu, st, direktur konsultan, dan sayudi, SE , Kembali di gelar terbuka untuk umum pada pukul 14.05Wib di Pengadilan Khusus Tipikor Palangka Raya pada Kamis (29/08/2019) Palangka Raya.

Persidangan tersebut dengan agenda mendengarkan keterangan para saksi-saksi yang di hadirkan JPU di hadapan Majelis Hakim Tipikor, yang mana para saksi-saksi tersebut terdiri dari satu orang Konsultan Perencanaan pekerjaan sekaligus yang berkontrak dengan pihak dinas transmigaris barut dan lima orang dari pokja lelang pada ULP barito utara atas kontrak Proyek peningkatan jalan Sei Rahayu, pada Proyek peningkatan Jalan Sei Rahayu Kabupaten Barito Utara pada Tahun 2016.

Dalam agenda sidang mendengarkan keterangan para saksi Majelis hakim dan JPU serta PH masing-masing terdakwa, menanyakan dan meminta keterangan bagaimana proses dari perencanaan, teknis pelelangan dan pelaksaanaan proyek Jl Sei Rahayu 2016 yang tender kontraknya di menangkan oleh PT Iyhamulik Bekang turan oleh konsultan, PPK dan Pengawas, serta PT Iyhamulik Bekang turan selaku kontraktor Pelaksana proyek jalan tersebut.

Dari fakta-fakta persidangan serta keterangan saksi-saksi, terungkap bahwa Proses Lelang telah memenuhi standart teknis administrasi pelelangan proyek, dan dalam pelaksanaannya proyek Jl Sei Rahayu tersebut, di laksanakan oleh terdakwa Hard Natalie selaku penerima kuasa khusus pelaksana PT Iyhamulik Bekang turan, dan Muhamad Sidik selaku Direktur yang mengerjakan pelaksanaan proyek Jalan Sei Rahayu pada tahun 2016.

Para saksi ketika di tanya oleh Hakim dan JPU maupun PH terdakwa, tetap menyatakan bahwa teknis dan pelaksanaan lelang sesuai aturan, tetapi konsultan perencanaan tidak sepenuhnya memahami dan menguasai bagaimana real proyek di lapangan karena pihak konsultan perencanaan hanya sebatas merencanakan saja.terbukti saat memberikan penjelasan saat mereka kelapangan ketitik loksai yang di rencanakan pada perkerjaan peningkatan jalan sei rahayu.

Pihak konsultan perencenaan Robi, “mengatakan kepada hakim bahwa jalan tersebut bisa dilalui motor roda dua dan empat, padahal di lapangan tidak seperti itu, saat di tanyakan oleh pihak advokat sayudi baru dari konsultan bisa menjelaskan yang sebenarnya, mobil bisa masuk kelokasi memang benar akan tetapi harus menggunakan doblle gardan akhirnya baru jelas bahwa jalan tersebut pada tahun 2016 betul betul rusak parah dan tidak bisa di lewati mobil biasa hanya mobil khusus yang menggunakan doblle gardan saja. “Ungkapnya.

Sehingga menimbulkan keragu-raguan PH terhadap kompetensi saksi-saksi, PH terdakwa M Sidik, Advokat Suriansyah Halim, SH yang wawancarai kembali di akhir sidang ke-2 menyatakan bahwa ” Dakwaan JPU masih terlalu prematur, karena proyek Jalan Sei Rahayu masih dalam tahap peliharaan, sehingga saat persidangan menimbulkan kebingungan dan kerancuan terhadap Dakwaan kepada kliennya M Sidik.

Halim menambahkan, mengapa penyidik Tipikor Polda Kalteng, menyidik M Sidik direktur PT Iyahmulik Bekang turan yang merupakan Kliennya pada bulan Mei 2017 lebih awal terkait proyek jalan Sei Rahayu, sedangkan Proyek tersebut masih dalam tahap pemeriksaan sampai tanggal 30 Juni 2018.

Halim mempertanyakan kemana BAP awal pemeriksaan para terdakwa dan saksi-saksi yang di mintai keterangannya di awal 2017, mengapa BAP awal tersebut tidak terlampir dalam Dokumen berkas BAP.

Dan jelas, masa pemeliharaan proyek tersebut sampai tanggal 30 Juni 2017, di situ kami selaku PH para Klien mempertanyakan dan bingung mengapa para klien dan saksi di panggil dan di periksa oleh Penyidik pada pada tahap pekerjaan masih dalam masa pemeliharaan.”pungkasnya. (Red/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *