Sempat Heboh ..! Kotak Suara KPU Kota Palangka Raya Dibawa Kabur, Ternyata Ini Masalahnya

PALANGKA RAYA – Kabar menghebohkan di beberapa Whatshap group, memperlihatkan dua orang berboncengan menggunakan sepeda motor membawa kotak suara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palangka Raya, yang terletak di jalan Tangkasiang, tadi sore Senin (14/12/2020) sekitar pukul 18.00 Wib.

Berdasarkan hasil gambar yang beredar, terlihat dua unit sepeda motor berboncengan membawa kotak suara yang terbuat dari aluminium serta satu unit mobil dinas KPU Kota Palangka Raya, jenis Kijang Fanther yang bertuliskan Komisi Pemilihan Umum Kota Palangka Raya keluar dari kantor tersebut dan menuju kearah jalan Cilik Riwut.

Foto yang belum tahu darimana sumbernya tersebut jadi bahan pembicaraan dan mendapat respon yang cepat oleh segelintir masyarakat di Kota Palangka Raya serta pihak kepolisian.

Saat media ini datang ke lokasi kejadian, masyarakat dan pihak berwajib sudah ramai berkumpul dan mengiring satu unit mobil jenis Kijang Fanther berplat merah. Disitu terlihat, didalam mobil sejumlah tumpukan kotak suara yang terbuat dari aluminium yang telah pernah dipakai.

Ketua KPU Kota Palangka Raya, Dr. Ngismatul Choiriyah, M.Pd saat itu menjelaskan bahwa ini semua terkait hilangnya kotak suara hanya merupakan salah paham dan kurangnya komunikasi, akan tetapi yang dibawa adalah kotak suara lama dan bilik suara lama yang dipinjam oleh BEM Unpar (UPR) untuk keperluan pemilihan Presma BEM Unpar pada tanggal 17 Desember 2020 dan sudah diketahui oleh pihak keamanan dan KPU Kota Palangka Raya serta BEM Unpar juga memasukan surat pemberitahuan.

“Ini semua Miss Komunikasi, yang dibawa oleh mahasiswa Unpar adalah kotak suara kosong dan sudah lama tidak terpakai, dan pihak BEM Unpar sudah bermohon melalui surat kepada KPU Kota Palangka Raya, namun secara Formal Administrasi dari saya ketua belum dikeluarkan namun komunikasi via telepon ada komunikasi, ” kata Ketua KPU Kota Palangka Raya dihadapan masyarakat dan wartawan.

Di terangkan dalam surat yang disampaikan BEM Unpar nomor 049/KPUM/UPR/XII/2020 perihal peminjaman Kotak Surat Suara dan Bilik Suara yang ditanda tangani Panitia Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa Universitas Palangka Raya , Ketua Enrico Rafael Siahaan dan Sekretaris Daniel Vincent Pratama.

Surat yang tidak diketahui tanggal ditanda tangani ini menyampaikan bahwa pihak BEM Unpar akan melaksanakan pemilihan Raya Mahasiswa, yang akan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 17 Desember 2020 pukul 07.00 Wib hingga selesai di Universitas Palangka Raya. Dalam surat tersebut pihak BEM akan meminjam sebanyak 30 Kotak dan Bilik Suara sebanyak 50 Bilik ke KPU Kota Palangka Raya.

Oknum mahasiswa Unpar yang membawa kotak dan bilik suara tersebut dihadapan masyarakat yang hadir, aparat kepolisian dan pegawai KPU Kota Palangka Raya menyampaikan permintaan maaf atas miss komunikasi yang telah terjadi sehingga membuat masyarakat kota palangka raya, resah.

Sementara itu, KPU Kota Palangka Raya membuat berita acara Klarifikasi Pengeluaran Kotak Suara dan Bilik Suara Berbahan Aluminium, nomor 171/RT.01/6271/KOTA/XII/2020. Dalam surat tersebut menyatakan bahwa aluminium yang bukan merupakan Logistik Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Tahun 2020.

Pengeluaran kotak suara dan Bilik Suara berbahan Aluminium tersebut pada pukul 15.55 Wib dan sudah berkoordinasi dengan Petugas keamanan dari pihak Polresta Palangka Raya yang berjaga di kantor KPU Kota Palangka Raya. Kotak suara dan bilik suara diperuntukan untuk memenuhi Surat Panitia Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa Universitas Palangka Raya, nomor 049/KPUM/UPR/XII/2020 perihal peminjaman Kotak Suara dan Bilik Suara.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan berbagai pihak, Kotak suara dan Bilik Suara berbahan Aluminium tersebut tidak jadi dipinjamkan ke Panitia Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa UPR dan dikembalikan ke Gudang KPU Kota Palangka Raya pada pukul 18.30 Wib.(And192)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *