Rumiati kecewa dengan perlakuan pihak PT. Mandiri Tunas Finance Kalimantan Tengah.

suarakalteng.com_PALANGKARAYA,  Rumiati mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap perlakuan salah satu leasing di Kalteng, pasalnya beberapa waktu lalu 25/8/20 truk fuso bernopol R 1596 NC  miliknya diambil Secara paksa tanpa  surat pemberitahuan secara tertulis dan resmi dari pihak PT Mandiri Tunas Finance Cabang Kalimantan Tengah.

“kami merasa pihak Kreditur (PT Mandiri Tunas Finance Cabang Kalimantan Tengah) telah semena mena, padahal mereka juga sebenarnya tahu bahwa pada bulan Maret 2020 hingga sekarang di seluruh wilayah Indonesia dilanda pandemik Covid-19” ucapnya dengan gusar, selasa 26/10/20.

Rumiati

” Padahal saya memiliki Kontrak kerjasama dengan salah satu Perusahaan Sawit yang bekerja di wilayah tempat saya berdomisili,unit saya tersebut digunakan sebagai armada pengangkut barang barang perusahaan tersebut baik di dalam daerah ataupun dari luar Daerah.

Unit tersebut di ambil paksa di Banjarmasin, saat itu unit dipakai untuk mengambil barang angkutan milik perusahaan sawit tersebut diatas, Penyerahan unitpun hanya ditandatangani oleh sopir unit tersebut, bukan kami sebagai debiturnya yang berkontrak dengan PT Mandiri Tunas Finance”,tukasnya.

“Ketika kami mendatangi Kantor PT Mandiri Tunas Finance yang beralamat di Jl. G Obos Induk, Kel. Menteng, Kec. Jekan Raya, Palangkaraya, dengan maksud mau melakukan pembayaran, dan saat itu sempat terpikir untuk melunasinya. Tapi kami dikejutkan, ternyata unit tersebut telah dilelang diBanjarmasin dan laku terjual” ungkap nya.

Hal yang sangat disayangkan Pihak Rumiati , baru mengetahui truk fuso nya telah ditarik pihak kreditur baru satu bulan, tanpa selembar suratpun datang kerumah selayaknya perusahaan yang bonafit. “Kami mengetahui saat sopir yang menjalankan unit tersebut didesak mengenai unit yang dipakainya , sebelum itu pihak PT. Mandiri tunas finance tedak pernah melayangkan Surat Kepada kami, padahal alamat rumah kami tidak berubah,  masih tetap dan sesuai dengan yang tertera pada kontrak Perjanjian.

Saat Suarakalteng.com melakukan konfirmasi , Hendra Saputra selaku Collection Officer Macet PT Mandiri Tunas Finance Kalteng menjelaskan,” bahwa yang mereka lakukan dalam penarikan unit telah sesuai prosedur, dan pada tunggakan pertama kita telah layangkan surat peringatan yang dilakukan oleh petugas terdahulu, namun petugas tersebut telah Resign (mengundurkan diri) dari PT Mandiri Tunas Finance Kalteng.

Kepada Debitur pihak kami telah melakukan konfirmasi via telpon namun nomor debitur atas nama Rumiati tidak aktif” ungkapnya.

Hal yang disayangkan pada kejadian tersebut , pihak kreditur tidak memberikan toleransi di masa pandemik Covid-19, padahal intruksi presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu sudah Sangat Jelas agar memberikan relaksasi kepada debitur yang terkena dampak pandemik Covid-19.

Hal ini telah melanggar Hukum berdasarkan Surat Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor : 18/PUU-XVII/2019. Dalam keputusan tersebut MK  mengubah mekanisme eksekusi objek jaminan fidusia sepanjang tidak diberikan secara sukarela oleh debitur.

UU tersebut adalah hasil dari revisi UU No 42/1999 tentang Jaminan Fidusia yang tadinya membolehkan kreditur mengeksekusi sendiri objek jaminan fidusia. Yang telah berlaku  setelah di tetapkan pada 6 Januari 2020,  dengan mekanisme kreditur mesti mengajukan permohonan eksekusi dulu ke pengadilan negeri (PN) untuk melakukan eksekusi,(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *