Praperadilan EnamTersangka Kasus Disdik Kalteng di Tolak Hakim

Palangka Raya, In1 News- Hakim tunggal Pengadilan Negeri Palangka Raya Dian Kurniawati, SH. MH menolak seluruhnya permohanan praperadilan yang di ajukan oleh enam orang tersangka yaitu, Benon, Elvarandy Lombah, Suriati, Erie, Rusane dan Rinece Kiting, Rabu, (17/12/2019) siang.

Permohonan praperadilan di daftrakan terhadap penyidik Dirreskrimsus Polda Kalteng terkait penetapan status tersangka oleh penyidik dalam kasus korupsi dana konsumsi dan akomodasi tahun anggaran 2014 pada Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng.

Dalam amar putusan nya, hakim tunggal Dian Kurniawati
menyebutkan, bahwa penetapan tersangka oleh penyidik Polda Kalteng telah sesuai dengan pasal 184 KUHAP dan permohonan pemohan di tolak untuk seluruhnya.

Pada sidang sebelumnya, menurut kuasa hukum pemohon Antoninus Kristiano dan Rekan, ketika para pemohon oleh termohan ditetapkan sebgai tersangka, jelas dan terang tidak ada kerugian keuangan negara berdasarkan audit BPK RI.

Tetapi, dalam pertimbangan hakim tunggal Pengadilan Negeri Palangka Raya, tidak ada kerugaian keuangan negara berdasarkan audit BPK RI terhadap penetapan para tersangka oleh termohon merupakan pokok perkara, bukan ranah praperadilan.

Kuasa hukum termohon AKBP Murtiyanto dari Bidkum Polda Kalteng mengatakan, dengan ditolaknya permohonan pemohan untuk seluruh nya, maka dengan demikain penyidik telah melakukan tindakan yang benar. Mulai dari tahap mendapatkan informasi dari masyarakat, pelaksanaan penyelidikan sampai penetapan tersangka.

“Tindakan yang dilakukan oleh penyidik Polda Kalteng telah benar dan sesuai dengan mikanisme yang berlaku, dan sesuai dengan pasal 184 KUHAP,” kata Murtiyanto, seusai sidang di Pengadilan Negeri Palangka Raya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *