PLT Kadistan Barito Utara meninjau UPTD Balai Benih Perkebunan (BBP) di Jalan Negara KM 17

Muara Teweh – Pelaksanakan Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara (Plt Kadistan Barut) Syahmiludin A Surapati meninjau UPTD Balai Benih Perkebunan (BBP) di Jalan Negara KM 17 arah Muara Teweh-Puruk Cahu, pada Selasa 19/01/2021 kemarin.

“Upaya peninjauan ini, kita lakukan untuk melihat secara dekat, berdiskusi dan bersilaturahmi dengan jajaran pengelola UPTD BBP yang selama ini memiliki dedikasi dan semangat pengabdian yang luar cukup tinggi karena harus menjaga dan mengelola asset milik Pemkab Barito Utara berupa lahan seluas 41 Ha dengan 3 Ha ditanami pohon sawit dan juga ada bangunan perkantoran,” tandas Syahmiludin, Kamis (21/1/2021).

Untuk akses jalan masuk menuju kantor dan lahan UPTD BBP sepanjang 3,10 KM yang mengalami kerusakan yang sangat parah dan sulit dijangkau dengan kendaraan lapangan sekelas mobil double gardan sekalipun. Butuh perjuangan dan semangat untuk bisa masuk ke lokasi tersebut, Ucapnya.

“Untuk hal tersebut kita bisa maklumi, karena akses jalan masuk kesana menjadi akses satu satunya jalan yang digunakan masyarakat untuk merawat, mengelola dan mengangkut hasil panen sawit dari kebun-kebun mereka yang cukup luas disepanjang jalan dan disekitar lokasi UPTD BBP KM 17 jalan Puruk Cahu,” jelasnya

Syahmiludin juga mengatakan rencana Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Barito Utara untuk pembangunan Taman Hutan Rakyat Tumenggung Mangkusari (Tahura Waru) seluas 100 Ha (Eks Lahan milik Kehutanan) yang hanya berjarak 1,5 KM dari lokasi UPTD BB Perkebunan sangat menunjang dalam perkembangan pembangunan daerah dan pemanfaatan potensi SDA yang ada disana.

Namun hal yang juga sangat orgen adalah mengamankan asset milik pemerintah dari perambahan dan menjadikannya sebagai kawasan buffer yang bisa menjadi tempat pelestarian species plasma nutfah dan hewan-hewan asli Kalimantan serta pelestarian lingkungan hidup dari ancaman kerusakan yang disebabkan ulah manusia.

“Pada prinsifnya, UPTD BB Perkebunan ini kedepannya akan di programkan untuk dikembalikan sesuai tupoksinya yaitu akan menjadi tempat pembibitan tanaman perkebunan seperti sawit, kopi, kakao, karet, pala, kemiri dan beberapa komoditas perkebunan potensial lainnya,” tukasnya.

Syahmiludin juga mengatakan, jika semua terwujud tentunya memudahkan masyarakat dalam mendapatkan berbagai macam bibit tanaman komoditi perkebunan yang dibutuhkan dan bisa menjadi peluang sumber PAD yang sangat potensial bagi daerah, khususnya Kabupaten Barut.(PTS/Tim)