Pembabatan Kayu Secara Liar Di wilayah Desa Datai Nirui Kab. Barito Utara, Ada Apa ?

BARITO UTARA – Diduga, Praktik pembabatan Kayu yang diduga secara liar (illegal) masih marak terjadi, tidak lepas dari lemah nya UU No. 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (UU P3H). Hingga ironisnya pada saat pandemi virus corona (Covid-19) yang masih sampai saat ini menyelimuti Bumi Iya Mulik Bengkang Turan, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah, ternyata tidak menyurutkan aktivitas bagi para Kelompok (Pelaku) penebangan Kayu hutan secara ilegal.

Seperti yang terjadi di Desa Datai Nirui kecamatan Teweh Tengah kabupaten Barito Utara Provinsi Kalimantan tengah, yang lokasinya tidak jauh dari ijin wilayah Konsesi Perusahan Batu Bara yang dipegang oleh PT. BPCI dan PT. NBL.

Pembalakan Kayu secara liar di Wilayah tersebut sudah sejak lama terjadi, bahkan beberapa bulan lalu “Kelompok Tani Hutan Sama Halu” Desa Datai Nirui telah melaporkan diduga Illegal Logging yang dilakukan oknum/Kelompok di dalam wilayah Kelompok mereka kepada Polres Barito Utara.

Namun laporan tersebut masih belum ada kelanjutannya, hingga saat ini masyarakat menduga bahwa Para Pelaku Pembabatan kayu Hutan tersebut kebal Hukum.

Sebelum dilaporkan kepihak Polres Barito Utara, Para Pelaku Illegal Logging tersebut telah diperingatkan beberapa kali oleh “ketua kelompok Tani Hutan Sama Halu dan warga, namun diabaikan begitu Saja.

Saat dikomfirmasi awak media pada hari Senin, tanggal 17 Mei 2021, tepatnya dikediaman ketua Kelompok Tani Hutan Sama Halu, Sinardi yang bertempat diDesa Datai Nirui (wilayah Eks Trans Km 55) menjelas kan bahwa permasalahan lahan yang telah dikuasai kelompok tani mereka tersebut, Berbadan Hukum, yang dikeluarkan oleh menteri lingkungan hidup dan kehutanan, Nomor :Sk .6312/ MENLHK- PSKL /PKPS /PSL.O / 9/ 2018, Tertanggal 28 September tahun 2018, dengan total luasan 16,04 Hektar.

“Saya serta Kelompok Tani Hutan Sama Halu, telah berulang-ulang kali sudah menegur, menjelaskan dan menegaskan kepada para Pelaku yang membabat hutan milik kami tersebut, untuk berhenti dan tidak lagi membabat Hutan Kami, bahkan kami juga telah memberitahu lokasi yang mereka Babat, sudah ada SK dari Bu menteri KLHK , hingga saat itu juga kami pasang baleho SK dari Mentri LHK tersebut di lokasi yang sedang meraka babat ,akan tetapi sama sekali di hiraukan, bahkan mereka melanjutkan aktifitas Pembabatan,” paparnya.

“Hingga beberapa bulan yang telah lalu, Kami dari Pihak Kelompok Tani Hutan Sama Halu telah melaporkan Kasus yang diduga Illegal tersebut di Polres Barito Utara, supaya menindak para pelaku Pembalahakan Hutan tersebut. Namun laporan kami tersebut belum ada tindak lanjut hingga saat ini. terlebih-lebih saat ini kami ingin melapor, namun tak tau lagi harus kemana Kami melapor para pembalakan Hutan tersebut. Agar kedepan tidak ada pembalakan liar, terkhususnya di dalam wilayah kami. Tutup Sinardi Kesal. (Tim)