PDAM Barito Utara Cabut Meteran Air Pelanggan Dimasa mewabahnya Pandemi Covid-19, Tanpa Harus Ada Surat Pemberitahuan Terlebih dahulu

BARITO UTARA – Ditengah pandemi covid-19. Salah satu Warga jalan kelapa sawit II, RT 23A, Kelurahan Melayu Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, provinsi Kalimantan Tengah, lagi-lagi kecewa dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Barito Utara. Pasalnya, diduga pihak PDAM tanpa melakukan pemberitahuan pada saat mencabut meteran sambungan air ledeng ke rumah pelanggan.

Seperti yang diutarakan salah seorang warga RT.23A berinisial PTS. dirinya sangat terkejut, saat kerumah yang jarang dihuni, melihat meteran air sudah tak ada lagi karena telah dicabut oleh pihak PDAM.

“Saat saya datang melihat Meteran air sudah tidak ada pemberitahuan sama sekali. Menurut keterangan tentangga dengan saya, katanya pihak PDAM telah memutuskan dan melepaskan meteran air ke Rumah saya,” ungkap PTS dengan awak media pada Jumat, 30 April 2021.

Ia juga mengakui, sebagai pelanggan dirinya memang sering telambat membayar tagihan dengan pihak PDAM sebelumnya, namun selalu diberikan kelonggaran dan toleransi, karena dampak dari mewabah nya Covid19 di Barito Utara hingga berdampak ke perekonomian nya selama ini. Namun meskipun pihak terlambat melakukan pembayaran tagihan, tapi seharusnya pihak PDAM memberikan pemberitahuan terlebih dahulu ketika ingin melakukan pencabutan seperti sebelumnya.

Atas hal ini, sebagai pelanggan PDAM Barito Utara ditengah melawan bencana wabah Virus Corona yang sedang melanda negeri ini, terkususnya di Bumi iya mulik Bengkang Turan, Kabupaten Barito Utara ini, Kami merasa sangat kecewa dengan pelayanan PDAM Barito Utara yang tidak memperhatikan nasib kami yang sedang Kesusahan seperti ini, terlebih-lebih melakukan pencabutan Tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada kami.

“Hal yang sangat membebani Kami dimasa Pandemi Covid-19 ini, Untuk memasang Meter air yang telah dilepas Pihak PDAM Barito Utara tersebut Kami membayar biaya tunggakan disertai denda sebesar Rp.173.400 dan terpaksa harus membayar biaya pengaktifan kembali sebesar Rp.625.000. tidak seperti sebelumnya apabila kami telat bayar Beberapa bulan hanya dikenakan Biaya tonggakan dan denda Saja” pungkasnya..

Ditempat terpisah, Direktur PDAM Barito Utara, Roosmanjaya Anor, ST. Membenarkan Pencabutan Meter air ditempat warga jalan kelapa sawit II, RT.23A kelurahan Melayu tersebut, sebagai bentuk penerapan aturan yang telah dikeluarkan Oleh Pemerintah Kabupaten Barito Utara.

” Kami hanya menjalankan peraturan pemerintah Daerah melalui Peraturan Bupati Barito Utara nomor 27 Tahun 2016. Sedangkan Untuk melakukan pencabutan meter Air ditempat warga, yang telah menonggak pembayaran nya beberapa bulan, Kami berhak melepas Meter air nya tanpa ada surat pemberitahuan terlebih dahulu,” jelas Direktur PDAM Barito Utara. (Tim)