Merasa memiliki Hak Pria Paruh baya Gembok Kantor Bupati Barito Utara.

Barito Utara – Kantor bupati Barito Utara pada hari Rabu 20 /1/2021 Ingin di Gembok oleh orang yang merasa memiliki hak atas tanah yang dijadi kan kantor bupati Barito Utara . Tanpa di duga seorang Pria Paruh Baya memakai kaos warna merah datang ke depan kantor Pemda Barito Utara (kantor bupati ) sambil membawa baliho, Rantai dan kunci gembok tepatnya di pagar masuk kantor Orang Nomor 1 di kabupaten Barito Utara.

Secara kebetulan Tim media melintas di lokasi kejadian orang yang mau memasang gembok beserta rantai Belitung di pagar kantor bupati Barito Utara adalah Bapak Aluy bin Arsiman.

Dari hasil wawancara awak media dilokasi kejadian ,beliau berkata menuntut hak ,” semua di karenakan jelas nya bahwa beliau sudah beberapa kali melayangkan surat kepada pemerintah daerah Barito Utara, kepolisian, dan pengadilan negeri Muara Teweh bahkan tegasnya” bahkan beliau telah mengirim surat kepersiden RI .

Dengan meminta izin dengan anggota Satpol Pp yang berjaga di Areal kantor bupati, maka beliau terus melangsung kan Aksinya untuk memasang baleho kecil dibawanya tepat di pagar masuk Kantor bupati dan Melakukan pemasangan rantai dan gembok. Baliho kecil yang terpasang di pagar kantor Bupati Barito Utara bertuliskan :

Pada hari ini Rabu 20 Januari 2021kam (penggugat/pembanding/sekarang mengadili sendiri ) melakukan penyitaan /atau pengambilan barang barang /aset milik pemerintah Barito Utara .
Sebagai tindak lanjut penegakan eksekusi paksa sebagai berikut :

A. Dasar Hukum

a.Perkara perdata nomor: 19/Pdt.G/2018/PN.Mtw tanggal 4 Apri 2019 jo Nomor : 28/PDT/2019/PT.P.LK tanggal 18 juni 2019 :

b. Mengadili sendiri dengan memperhatikan pasal pasal dari undang undang No. 14 tahun 1970 dan undang undang no 14, tahun 1985 Serta undang undang dan pasal pasal yang ada hubungan nya mengadili sendiri :

B. Putusan putusan
Bahwa penggugat /pembanding/sekarang mengadili sendiri sudah menjatuh kan ( empat )kali putusan yaitu:
1.Mengadili sendiri tanggal 21 agustus 2020.
2.Eksekusi damai tanggal 6 Nopember 2020.
3.Eksekusi paksa tanggal 1 Desember 2020.

Tindak lanjut eksekusi paksa tanggal 4 Januari 2021.
Bahwa jumlah waktu mengadili sampai tindak lanjut eksekusi paksa terakhir tanggal 20 Januari 2021sudah memakan waktu tidak kurang 248 hari ( dua ratus empat puluh delapan ) hari dan atau dua bulan 28 hari.

Akan tetepi tidak ada relaksasi dan / atau tergugat atau terbanding /sekarang tereksekusi :
Bahwa oleh karena nya sudah sepatut nya pula pada kesempatan pertama sebagai mana jadwal penggugat/pembanding / yang mengadili sendiri melakukan penggembokan pada pagar serta pemasangan spanduk dansejenis nya :
Sasaran eksekusi .
1.Bangunan kantor bupati Barito utara serta tanah bangunan serta halaman nya yang beralamat jalan jendral Ahmad Yani Muara Teweh :
2.Bangunan rumah jabatan bupati beserta tanah nya bangunan serta halaman nya yang ber alamat jalan Akhmad Yani Muara Teweh.
3.Bangunan kantor / Dinas pendidikan Barito Utara berserta tanah bangunan serta halaman nya yang ber alamat jalan Pramuka muara Teweh :
Bahwa sasaran penggugat / pembanding/ yang mengadili sendiri .mengambil obyek sasaran Eksekusi berupa bangunan bangunan kantor maupun rumah jabatan .hal itu di karenakan para tergugat sangat erat hubungan dengan obyek yang eksekusi karena masih barang milik dinas dan atau milik pemerintah:
D. Tindak lanjut hasil eksekusi paksa :
Bahwa barang barang dari hasil eksekusi paksa dengan sendiri nya beralih milik penggugat/pembanding / yang mengadili sendiri dan dengan sendiri nya incrah.(mempunyai hukum tetap) yang tidak bisa di bantah kan atau diragukan lagi kebenaran nya:
Demikian surat tindak lanjut eksekusi paksa kami buat dan kami sampai kan untuk diketahui serta di tindak lanjuti sebagai mana mesti nya atas kerja sama yang baik tidak lupa kami ucap kan terima kasih.Muara Teweh 20 Januari 2021.

Seusai memasang baleho kecil Aluy bin Arsiman, Jainal Abidin sekda Barito Utara membaca baleho kecil yang dipasang di pagar masuk kekantor Barito utara.

Pak Jainal pun angkat bicara “kemaren di persidangan pengadilan negeri Muara Teweh kita Pemda Barut yang menang dan pengadilan tinggi Palangkaraya Pemda juga yang menang dan pengadilan kasasi di MA Jakarta kita Pemda juga yang menang terus sampean mau nya apa tegas beliau ” saya sudah bikin laporan kepolres Barut untuk menangkap Sampean.

“ sekarang kamu mengganggu kantor kami lagi, atau kamu saya perintah aparat kepolisian menangkap”.

Hingga beliau langsung memerintah kan kepada anggota polisi segera membawa Aluy bin Arsiman ke polres untuk di mintai keterangan.(PTS/Tim)