Menteri LHK berbagi beberapa rangkuman hints KLHK sepanjang tahun 2020, dan akan dipertegas tahun 2021.

Suarakalteng.com – Establishment nilai-nilai Work From Home (WFH) di masa sulit pandemi, memberikan ruang untuk kontemplasi.

Siti Nurbaya Bakar menjelaskan dalam lingkup LHK pemantapan nilai-nilai dan prinsip itu beraktualisasi dalam:

  1. Menegaskan pertautan keseimbangan ekonomi-ekologisosial untuk pembangunan nasional.Ecology- Agroecology- Agroceonomi- Economy- Sosial economy- Social. Pada konsep landscape ecology secara teoritis
    ini dapat digambarkan seperti tentang faktor-faktor pembentuk bentang alam atau landscape termausk faktor manusia, dan
    rentang waktu.
  2. Internalisasi dengan sasaran pemulihan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan lingkungan terjaga dengan menggunakan prinsip kepastian Kawasan, kepastian hukum, dan kepastian usaha, melalui instrument kebijakan pembangunan nasional, environmental assessment, public engagement and participation, perizinan dan pengawasan law enforcement.
  3. Langkah korektif yang semakin berpihak pada masyarakat, yang dapat dilihat dari meningkatnya proporsi luas Kawasan hutan
    yang dikelola dan dimanfaatkan oleh masyarakat dari periode 2015 (4,14%) meningkat pada tahun 2020 menjadi 18,4% dan diharapkan tahun 2024 menjadi 30,4%.

“Perhutanan sosial menjadi prime mover dalam implementasi kebijakan alokasi yang berpihak pada rakyat ini. Bantuan ekonomi produktif untuk mendorong produksi hasil hutan bukan kayu terus tumbuh selama pandemi, hingga November 2020 mengalami peningkatan sebesar 41,2 %,” Jelasnya.

  1. Pola kerja dan pendekatan, internalisasi dimensi lingkungan pembangunan LHK untuk pembangunan nasional, melalui Pola Perencanaan Ruang dan Perencanaan Pembangunan yang mengintegrasikan ecoregion, inventarisasi LH, Daya Dukung dan Daya Tampung LH. Seperti misalnya pada kebijakan pembangunan Food Estate dengan program pengembangan wilayah terpadu ramah lingkungan, pola agroforestry,
    sylvofishery, silvopasture, penguatan Lembaga masyarakat, redistribusi tanah, pemberdayaan dan inetgrasi masyarakat,
    teknologi dan investasi.
  2. Nilai-nilai yang lain yang sangat penting diangkat dalam konteks ini berkenaan dengan partisipasi, kekuatan masyarakat Indonesia”,Ungkap nya.

Jadi Sangat jelas dalam upaya menjaga kawasan konservasi dari perambahan. Desa-desa sekitar kawasan konservasi, tidak kurang dari 6000 desa bekerja dengan nilai-nilai gotong royong dan participatory dimaksud” tuturnya.

Penjelasan ini akan saya lanjutkan pada postingan berikutnya ya. Terimakasih. Salam sehat selalu untuk kita semua,Tutup Menteri LHK.(Red)