Ketua KNPI Luwu soroti sikap Politik Fraksi Partai Golkar terkait Pembentukan Pansus

Pernyataan ketua fraksi Golkar DPRD Luwu yang menyebut pansus covid-19 cacat prosedur terus menuai sorotan. Kali ini giliran Ketua KNPI Luwu, Irwan Saputra Pajeri yang menyayangkan pernyataan Andi Muharrir itu.

Irwan menilai jika fraksi Golkar menolak pansus, mestinya tidak usah ikut voting pada saat paripurna.

“Soal sikap partai Golkar yang menganggap pembentukan pansus ini tidak prosedural, pertanyaanya kemudian kenapa fraksi partai golkar ikut ambil bagian dalam proses voting, bukannya mempermasalahkan alur proseduralnya sedari awal sejak pengusulan pansus berjalan, ucap Ketua KNPI Luwu, Jumat (5/6).

Soal pembentukan pansus covid-19 dalam pandangan ketua KNPI Luwu itu adalah keharusan. Ia menyebut peristiwa pandemi covid-19 sangat krusial yang berdampak langsung terhadap sosial ekonomi masyarakat.

“Keberadaan pansus ini harus didukung semua elemen. Kenapa? Yah dalam pendanaan Corona ini yang digunakan adalah uang rakyat juga, nah kalau anggaran itu disalah gunakan yang rugi adalah masyarakat kita. Kan kasian disaat pandemi masyarakat rasakan langsung rasakan dampak sosial ekonominya, lanjut voi sapaan akrab ketuan KNPI Luwu itu.

Mestinya sambung voi, sebagai partai yang berpengalaman di parlemen Luwu, Golkar dapat memberi edukasi politik terhadap masyarakat dan lebih peduli dengan kepedihan dan kesusahan masyarakat di tengah pandemi ini, tegasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *