Kabur dari Rumah, Siswi Madrasah Terlibat Prostitusi Online untuk Biaya Hidup.

Kabur dari Rumah, Siswi Madrasah Terlibat Prostitusi Online untuk Biaya Hidup.

SAMARINDA – Seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) asal Samarinda sebut saja Bunga (14), diketahui menjajakan dirinya ke pria hidung belang melalui sosial media. Hal itu ia lakukan sejak awal Januari 2020, ketika memutuskan kabur dari rumah. Bunga diamankan anggota FKPM Pelita Samarinda, atas laporan orang tuanya. Yang mendapati Bunga tengah berjalan bersama kekasihnya di Jalan

SAMARINDA – Seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) asal Samarinda sebut saja Bunga (14), diketahui menjajakan dirinya ke pria hidung belang melalui sosial media. Hal itu ia lakukan sejak awal Januari 2020, ketika memutuskan kabur dari rumah.

Bunga diamankan anggota FKPM Pelita Samarinda, atas laporan orang tuanya. Yang mendapati Bunga tengah berjalan bersama kekasihnya di Jalan Merdeka, pada Sabtu, 19/2/2021,kemarin

“Kita amankan dan lakukan mediasi, antara Bunga dan orang tuanya,” jelas Ketua FKPM Pelita Marno Mukti, saat dikonfirmasi via telepon, Minggu (21/2/2021).

Bunga menceritakan kisah pahitnya Kepada anggota FKPM, Bunga mengaku terpaksa menjual diri lantaran memerlukan uang untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari selama berada di luar rumah.

“Dari pengakuannya sudah 6 kali melayani laki-laki, dengan tarif Rp 500 ribu sekali kencan,” ucapnya.

“Itu pun ada satu kali tidak dibayar, lantaran laki-lakinya kabur setelah berhubungan dengan Bunga,” tambahnya

Selain di media sosial, Bunga juga kerap mendapatkan tawaran dari teman-temannya yang juga bergelut di prostitusi online.

“Tawaran juga datang dari teman-temannya di beberapa Guest house,” ungkapnya.

Marno menerangkan, alasan lainnya Bunga nekat kabur dan menjajakan diri lantaran tak tahan berada di rumah, sebab orang tua Bunga kerap kali bertengkar. Hingga ia memutuskan kabur dari rumah dan terpaksa melayani laki-laki untuk kebutuhan sehari-hari.

“Hasil mediasi, kita serahkan yang bersangkutan kepada orang tuanya, dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi hal serupa,” terangnya.

Agar tak terus terjadi hal serupa, Marno meminta kepada pemerintah khususnya Satpol PP Samarinda dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) untuk menjalankan fungsinya.

“Harusnya ada pemantauan atau razia, kok bisa anak 14 tahun masuk dalam guest house, seperti ada pembiaran,” pungkasnya.(Tim)

admin
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Total Pengunjung Media

  • 1.763
  • 143.885
  • 589.098
  • 17.667.820