DEBAT PERTAMA PASLON SALING SERANG PENONTON TEGANG.

DEBAT PERTAMA PASLON SALING SERANG PENONTON TEGANG.

Usai sudah debat paslon sesi pertama yang diselenggrakan oleh kpu Pada Sabtu 07/11/2020, dengan tema : MEMPERKOKOH PERSATUAN DAN KESATUANSERTA PEMERATAAN PEMBANGUNAN DAN KEBIJAKAN PENANGANAN COVID 19 KALIMANTAN TENGAH. WS pramono DPW PBB menyampaikan bahwa secara umum dapat dinilai bahwa kedua pasangan calon (paslon) dapat dikatakan pantas untuk memimpin Kalteng, dan hal biasa jika di

Usai sudah debat paslon sesi pertama yang diselenggrakan oleh kpu Pada Sabtu 07/11/2020, dengan tema : MEMPERKOKOH PERSATUAN DAN KESATUAN
SERTA PEMERATAAN PEMBANGUNAN DAN KEBIJAKAN PENANGANAN COVID 19 KALIMANTAN TENGAH.

WS pramono DPW PBB menyampaikan bahwa secara umum dapat dinilai bahwa kedua pasangan calon (paslon) dapat dikatakan pantas untuk memimpin Kalteng, dan hal biasa jika di debat publik pertama paslon belum menampilkan kemampuan yang terbaik karena berbagai faktor.

“Dilihat dari sisi parameter, masing-masing memiliki keunggulan yang berbeda. Seperti dari sisi emosional, questions (pengendalian diri), kualitas dan kejelasan konsep, wawasan, komunikasi dan retorika, penguasaan masalah, dan karakter & gaya kepemimpinan”.jelasnya.

Sesuai prediksi debat sesi pertama ini berlangsung seru dan menegangkan terbukti, betapa kedua paslon saling adu argumen dan gagasan yang sering kali menyasar simpul simpul terlarang. Paslon 02 meskipun diserang sejak menit menit awal mengungkapkan potensi terbaiknya, tetap tenang dan sesekali membalas serangan yang sering disemburkan oleh paslon 01, Tuturnya.

Dalam panggung politik ada yang disebut dengan adu gagasan atau debat. Hal tersebut bisa memunculkan pesan dan kesan.

Pesan adalah paslon bisa menyampaikan penguasaan masalah, program yang terukur dan terencana. Sedangkan kesan, paslon bisa memperlihatkan sikap tegas, cerdas, dan berani mengambil keputusan.

Tapi pertanyaannya, mana yang lebih penting dalam debat itu, kelihatan retorikanya bagus dan jago. Atau yang dilihat adalah bahwa paslon itu menguasai masalah, rasional, masuk akal, terukur, dan yang terpenting tidak menyasar hal hal pribadi.

Pada saat debat terlihat ada kandidat yang berangkat dari keinginan untuk membuat program produktif dan visioner. Tetapi ada juga kandidat yang inginmemenangkan persaingan.

Yang perlu dihindari, adalah kandidat yang tampil dengan maksud untuk memprovokasi. Padahal ketika melaksanakan pembangunan dan merealisasikan program, itu susah.

Tidak boleh kalau pilkada hanya sebatas menang kalah, itu salah. Karena yang harus dikedepankan adalah bagaimana Pilkada ini menjadi bagian dari pendidikan politik, dengan tujuan mulia mensejahterkan masyarakat. Tutupnya. (Red)

admin
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Error while loading reCapcha. Please set the reCaptcha keys under Theme Options in admin area

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Total Pengunjung Media

  • 349
  • 12,753
  • 62,377
  • 21,638,222