Damang Gunung Purei Menunggu Janji PT. Indexim Utama atas Pengrusakan Hutan Sakral Gunung Peyuyan.

Damang Gunung Purei Menunggu Janji PT. Indexim Utama atas Pengrusakan Hutan Sakral Gunung Peyuyan.

Muara Teweh – Sabtu tanggal 26 Desember 2020 , Sahayun Damang Kecamatan Gunung Purei menjelaskan bahwa Sebagai tindak lanjut dari surat pengaduan dugaan Hutan Sakral Gunung Peyuyan oleh Pihak PT. INDEXIM UTAMA, Nomor : 009/DKA.GP/X/2020 tanggal 12 Oktober 2020 yang ditujukan langsung Kepada Presiden Jokowi dan Pihak Pemerintah pusat,Wilayah, Daerah dan Pihak lainnya. Hingga pada

Muara Teweh – Sabtu tanggal 26 Desember 2020 , Sahayun Damang Kecamatan Gunung Purei menjelaskan bahwa Sebagai tindak lanjut dari surat pengaduan dugaan Hutan Sakral Gunung Peyuyan oleh Pihak PT. INDEXIM UTAMA, Nomor : 009/DKA.GP/X/2020 tanggal 12 Oktober 2020 yang ditujukan langsung Kepada Presiden Jokowi dan Pihak Pemerintah pusat,Wilayah, Daerah dan Pihak lainnya.

Hingga pada hari Rabu, tanggal 12 Desamber 2020 diadakannya Agenda Rapat di PEMDA Barito Utara tepatnya di Ruang rapat Sekda lt.1, dan dihari yang sama ditempat terpisah Kemendikbud melakukan Rapat Terbatas di Sekretariat AMAN Barut yang Pesertanya dari Pak Rinto dan dua orang lainnya Perwakilan dari Kemendikbud serta dua peserta dari Palangka Raya, Putes Lekas Ketua AMAN Barut, Sahayun Damang Kecamatan Gunung Purei, Jayapura Kepala Desa Muara Mea, dan beberapa orang lainnya.

Rapat terbatas tersebut telah diagendakan oleh Kemendikbud karena selama ini seperti yang saya ketahui mereka sering berkomunikasi dan berkoordinasi, dan S aya juga bersyukur dan berterima kasih,karena dengan adanya rapat terbatas tersebut Saya dapat bertemu langsung dengan Bapak Putes Lekas, padahal sebelum kami tidak pernah bertemu sebelumnya, hingga waktu lalu Saya sempat salah paham terhadap beliau terkait adanya tanda tangan di salah satu Surat kesepakatan dan ditambah informasi dari pihak Kemendikbut batal nya rencana Meeting zoom beberapa minggu yan telah lalu, hingga saat itu sebelum adanya pertemuan di Pemda saya dihubungi Beliau melalui via telepon untuk klarifikasi terkait Postingan di facebook dan saya juga menyayangkan apa yang dilakukan orang pemilik Akun tersebut, terangnya.

Rapat terbatas tersebut Kemendikbud menyapaikan hasil Rapat dipemda dan beberapa hal lainya kepada Ketua AMAN Barut dan begitu juga sebaliknya Putes Lekas menyampaikan beberapa hal lainnya dan apa yang dilakukan atau dicapai selaku salah satu anggota Panitia MHA Barut, hingga mereka juga menjelaskan beberapa hal yang harus kami siapkan untuk Preoses mendapatkan Pengakuan dan Perlindungan wilayah Sakral tersebut. Jelas Sahayun.

Namun setelah pertemuan di Pemda hingga saat ini belum ada satupun dari pihak management PT. Indexim Utama menyurati kami selalu Pemangku Adat untuk memenuhi salah janji mereka yaitu memenuhi Denda Adat atas Pengrusakan Hutan Adat Sakral tersebut.

Memang waktu lalu Seusai pertemuan di Pemda saya ada diberi tahu akan ada pertemuan di salah satu Hotel ternama di MuaraTeweh, namun Saya tidak karena pekerjaan yang mendesak di Kampung dan terkait pembahasan persiapan Proses ritual pememenuhan denda adat tersebut nanti harus di “Betang Olo Lio Muara Mea” yang dibahas Secara terbuka dan transparan dan tetap mentaati Protokol Kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah. tegasnya.

“maka dengan dinaikannya pemberitaan ini, Saya sebagai Damang gunung Purei Mendesak PT. Indexim Utama untuk segera memenuhi janjinya akan memenuhi Denda adat atas Kerusakan Areal areal Sakral Gunung Peyuyan dalam wilayah Hukum Adat Kedamangan Gunung Purei yang proses nya dilaksanakan di “Betang Olo Lio” untuk duduk bersama bermusyawarah dalam hal pembahasan persiapan proses ritual denda Adat sebagai bentuk komitmen atas beberapa janji yang disampaikan saat pertemuan di Pemda beberapa waktu lalu, karena Rapat tersebut sebagai tindak lanjut dari pengaduan Saya Ke Bapak Presiden Jokowi dan Pihak Pemerintah pusat lainnya dengan Nomor : 009/DKA.GP/X/2020 tanggal 12 Oktober 2020 lalu, dan dalam proses pembahasan nantinya tidak mengaitkan dengan agenda yang tidak saya hadiri dan tidak saya ketahui sebelumnya”, ungkapnya.

“selain itu, apabila nantinya syarat untuk pengakuan dan dan perlindungan Hutan adat tersebut sudah lengkap kami bersama Pihak terkait akan menagih janji PT. Indexim Utama untuk mengeluarkan areal sakral Tersebut dari Perijinan Mereka”, tutup Sahayun Damang Gunung Purei,(E.Sumantri).

admin
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Error while loading reCapcha. Please set the reCaptcha keys under Theme Options in admin area

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Total Pengunjung Media

  • 906
  • 13,362
  • 58,248
  • 21,658,313