3 BATU SAKTI DIJUAL CEPAT

3 BATU SAKTI  DIJUAL CEPAT

Batu Air Berlian Kuning Berat kurang lebih 12kg Harga pantastik sampai milyar rupiah per kratnya. Menggunakan batu mata air berlian yang biasanya dipakai sebagai perhiasan menjadi media penyembuh penyakit? Ya, tidak cuma sekedar aksesori biasa, jenis batu alam yang satu ini ternyata juga banyak dipakai sebagai media penyembuh berbagai macam penyakit. Menurut para pakar, batu

Batu Air Berlian Kuning Berat kurang lebih 12kg
Harga pantastik sampai milyar rupiah per kratnya.

Menggunakan batu mata air berlian yang biasanya dipakai sebagai perhiasan menjadi media penyembuh penyakit?
Ya, tidak cuma sekedar aksesori biasa, jenis batu alam yang satu ini ternyata juga banyak dipakai sebagai media penyembuh berbagai macam penyakit.
Menurut para pakar, batu berlian berfungsi sebagai alat detox yang dapat mendorong racun keluar dari tubuh manusia.
Selain itu, batu ini juga disebut-sebut dapat membantu mempercepat metabolisme tubuh anak remaja, menambahkan stamina orang dewasa…
…juga sebagai alat pijat dalam penyembuhan dan perawatan penyakit akut seperti kanker, katarak, dan diabetes.
Semua keunggulan batu mata air berlian ini datang dari warna dan kilaunya yang diterapkan sebagai pure light.
Para ahli pijat alternatif percaya bahwa jenis batu alam ini mengeluarkan energi cahaya dan chakra positif yang mengimbangi energi buruk dalam tubuh kita…
…sehingga badan tetap terasa bugar dan kondisi emosional kita pun tetap stabil.

Sedangkan Batu Tertua saat jadi cendra mata di konfrensi asia afrika bandung saat presiden SBY. Batu panca warna edong berat kurang lebih 10kg

Garut: Abah Edong, 80 tahun, tak menyangka batu pertama hasil galiannya akan menjadi mahal dan diburu para pencinta akik. Padahal, 10 tahun lalu, batu seberat satu kuintal yang pertama kali ditemukannya itu hanya dihargai Rp 4 juta perkilo

Kini batu, yang dikenal dengan batu pancawarna, yang seukuran batu cincin saja harganya bisa mencapai sekitar Rp 3 juta. “Abah tidak tahu kalau batu itu akhirnya jadi berharga,” kata Edong.

Edong menuturkan pengalamannya memburu batu akik. Kala itu, sekitar 1990-an, dia belum tertarik untuk menggali batu. Padahal saat itu telah banyak orang yang menggali batu di sekitar lahan garapannya di Kampung Cikarawang, Kecamatan Caringin, Garut, Jawa Barat.

Perburuan baru dilakukan oleh Edong pada sekitar 1994.

Melalui mimpi, Edong diperintahkan membuat tambang sendiri.

Awalnya Edong bermimpi didatangi almarhum ayahnya. Dalam mimpi itu, ayahnya menyuruh Edong membuat tambang batu sendiri di lahannya bila Edong berniat mencari batu akik seperti warga lainnya . Tapi, ayahnya tidak menyebut lokasi mana yang harus digali.

Karena belum yakin, Edong pun meminta kepada Yang Kuasa dengan salat malam. “Sebelum mimpi, Abah salat tahajud dulu meminta kepada Allah. Biar diberikan jalan dan rizki yang barokah,” ujarnya.

Pada mulanya dia hanya mencari batu berwarna hijau, seperti yang umum dilakukan penggali lain, karena saat itu harganya lumayan menjanjikan. Namun, setelah beberapa meter menggali, dia hanya menemukan batu lima warna.

Edong kecewa, karena batu yang didapatnya tidak sama dengan orang lain. Malah banyak orang yang mencibirnya lantaran warnanya berbeda.

Tapi dia tak patah semangat. Meski belum laku dia tetap menggali batu warna warni itu . Hasil galiannya yang pertama dia simpan dengan harapan ada pembeli. Bahkan, Ruhyana, 59 tahun, tetangganya yang turut menggali, juga mengaku batu jenis itu lebih banyak dia buang. “Saya hanya memilih batu yang hijau, yang pancawarna dibuang, karena dianggap jelek,” ujar Ruhyana.

Kesuksesan awal: satu kwintal batu galiannya dibeli perkilo Rp 4 juta.

Cerita batu temuan Edong yang warnanya berbeda dengan para penggali lainnya akhirnya menyebar. Mantan lurah setempat lalu menawar untuk membeli batu itu. Satu kuintal batu galiannya ditawar Rp 4 juta perkilo. Tanpa pikir panjang, Edong pun langsung menjualnya. Apalagi dia sedang sangat membutuhkan uang untuk memenuhi keperluan hidupnya.

Tak lama berselang, rumah dan galian Edong pun banyak didatangi orang. Tidak hanya dari Garut, tapi juga banyak dari luar kota. Mereka berbondong-bondong untuk membeli batu galiannya. “Waktu itu ada orang Jakarta yang minta izin bila batu dari Abah dikasih nama sesuai nama Abah, yakni Edong,” ujarnya.

Sejak itu, dia bersama anak dan menantunya terus melakukan penggalian dengan harapan mendapatkan batu yang sama. Penggalian batu itu dijalani Edong selama 10 tahun. Kini dia hanya mengawasi dan mengontrol hasil galian yang diperoleh anak-cucunya.

Setelah banyak dicari, kini Edong mulai menaikan harga batu dari galiannya. Dua bulan lalu, anak dan menantu Edong berhasil mendapatkan bongkahan batu seberat 1,5 kuintal. “Kami punya keinginan batu pancawarna yang didapat ini bisa terjual Rp 200 juta,” ujar Ruhyana.

Batu pancawarna pun meledak. Jenis apa yang banyak dicari?

Batu pancawarna kini telah menjadi primadona. Keindahan warna batu menjadi daya tarik para pencinta batu akik. Batu Garut Edong atawa batu pancawarna memiliki lima warna, yaitu merah cabai, hijau, hitam, kuning, dan putih tulang.

Menurut Maman Soedarman, pemilik Galeri Batu Garut Al Hijr, batu Garut memiliki keindahan tersendiri. Dalam setiap bongkahan memiliki karakteristik yang berbeda, karena itu setiap batu akik Garut tidak akan ada yang sama.

Selain warna, batu Garut yang paling banyak diburu adalah yang memiliki corak atau gambar lukisan, baik menyerupai pemandangan alam, benda, hewan atau orang. “Batu yang bergambar ini yang harganya fantastis. Baik gambar yang terlihat di permukaan atau gambar yang tersembunyi di dalam batu,” katanya.

Manfaat Batu Pirus untuk Fisik dan Spiritual berat kurang lebih 15kg

√ Scientific Base

Batu pirus adalah nama lokal untuk salah satu jenis permata yang cukup bernilai. Oleh masyarakat dunia, batu ini dikenal dengan nama permata turquoise. Ciri khas batu pirus berwarna biru muda (biru langit) dan kehijauan oleh karena itulah, sesuai warnanya, batu ini disebut sebagai permata turquoise. Sebagian batu pirus dapat tembus cahaya dan sebagian lagi tidak. Sejak zaman Mesir kuno, batu pirus digunakan sebagai perhiasan bagi raja-raja dan anggota kerajaan. Batu ini juga menjadi perhiasan untuk mayat sebelum dikuburkan. Terdapat banyak kepercayaan yang meyakini bahwa batu pirus dapat digunakan sebagai alat penyembuh, pelindung, serta pemberi keberuntungan.
Batu pirus asli mudah dibedakan dengan batu pirus tiruan berdasarkan tingkat kekerasannya yang mirip dengan batu bacan. Warna kehijauan pada batu pirus menandakan bahwa batu ini mengandung besi. Sangat jarang ditemukan batu pirus yang berwarna murni biru langit. Warna kehijauan ini memberikan daya tarik tersendiri karena bisa membentuk corak-corak tertentu. Permukaan batu pirus tidak terlalu berkilau seperti batu bacan, namun terlihat seperti memiliki lapisan lilin.

Maman mengatakan, para pembeli batu Garut ini kebanyakan para kolektor dari dalam maupun luar negeri. Dia mengaku saat ini memasok batu akik Garut ke Jepang dan Belanda. Sedangkan ke negara lain, seperti Malaysia, Cina, Korea, dan Eropa, dipasarkan oleh broker atau perantara. “Cincin ini harganya sekarang di Belanda Rp 500 juta,” ujarnya sambil menunjukan cincin jenis natural chrysoprase.

Menurut Maman, harga batu pancawarna yang tidak bergambar saat ini harganya berkisar Rp 1-25 juta. Sedangkan pancawarna yang bergambar atau ada lukisan bisa sampai Rp 1 miliar. “Harga batu ini tidak ada standarnya, karena memiliki nilai seni,” ujarnya.

Pemilik 3 batu tersebut :
Hub ferry. Hp, Wa.0821-2235-556

admin
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Error while loading reCapcha. Please set the reCaptcha keys under Theme Options in admin area

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Total Pengunjung Media

  • 5.612
  • 160.438
  • 653.770
  • 14.961.916